Ibu Nunuk Penemu Bumbu Indomie Wafat, Namanya Langsung Viral, Anak Kos se Indonesia Terharu dan Menyebutnya Sebagai Pahlawan Penyelamat Rasa Lapar

131
ADVERTISEMENT

Ramai di jagat Twitter, frasa “Ibu Nunuk” sontak trending topic sejak Rabu kemarin.

Itu setelah kabar duka beredar, jika Hj. Nunuk Nuraini penemu rasa Indomie itu meninggal dunia dalam usia 59 tahun.

ADVERTISEMENT

Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Ibu Nunuk mengembuskan nafas terakhirnya, Rabu (27/1/2021) siang.

ADVERTISEMENT

Kabar inipun beredar luas dan jadi trending topic hingga pagi ini, Kamis 28 Januari 2021.

Salah satu penyampai kabar duka ini adalah pemilik akun @lailadimyati.

“Kabar lelayu. Telah berpulang ke Rahmatullah, Ibu Nunuk Nuraini, pencinta rasa Indomie yang kita kenal. Beliau meninggal tadi pagi, Rabu 27 Januari 2021 pukul 2.55 WIB. Semoga Almarhumah husnul khotimah. Aamiin.”

Nunuk Nuraini, peracik bumbu Indomie meninggal dunia Rabu pagi kemarin (27/1) pukul 02.55 WIB, karena sakit.

Sampai saat ini, hanya kabar tentang meninggalnya Nunuk Nuraini saja yang diketahui. Penyebab ia meninggal dunia belum diketahui.

Sosok Nunuk Nuraini saat viral beberapa bulan lalu menyita perhatian netizen. Saat itu mendapatkan likes dari sekitar 40 ribu orang dan dibagikan sebanyak 14 ribu.

Semasa hidupnya, insinyur lulusan teknologi pangan Universitas Padjajaran ini menjabat Flavor Development Manager – ICBP Noodle Division pada Indofood.

Nunuk Nuraini Peracik Indomie Meninggal DuniaNunuk Nuraini Peracik Indomie Meninggal Dunia Foto: Twitter @dittameliaa

 

Banyak netizen yang menghormati sosok Nunuk Nuraini, bahkan menganggap kalau beliau adalah sosok pahlawan. Terutama untuk anak kost yang sering mengonsumsi Indomie.

Berita duka ini pun menyita perhatian netizen. Sejak diunggah oleh Lalila Dimyati, saat ini sudah mendapatkan likes sebanyak 3.600 pengguna Twitter. Kolom replies juga dibanjiri komentar netizen yang merasa kehilangan.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun semoga menjadi amal jariyah buat beliau karena menemukan rasa indomie yang enak aamiin,” tulis netizen.

“Alfatihah, semoga husnul khotimah untuk Ibu Nunuk Nuraini. Terima kasih atas perjuangan dan pengabdiannya dalam meracik dan mewujudkan ragam rasa Indomie,” sahut netizen lain.

“Nunuk Nuraini namanya. Penemu bumbu Indomie yg sering menemani kita yg lapar dlm berbagai keadaan: tengah malam, saat krisis, dll. Ia wafat. Mari bacakan Al-Fatehah,” tulis

Husein Ja’far Hadar.

Indomie Jadi Perbincangan Dunia

Sebuah kebanggaan jika nama Indonesia bisa harum ke kancah Internasional.

Kini diketahui, Indonesia telah bersaing di kancah Internasional dalam beberapa bidang.

Bahkan Indonesia bisa mendapatkan peringkat di persaingan global tersebut.

Salah satu makanan yang begitu melekat dengan Indonesia tengah menjadi perbincangan dunia.

Makanan itu, hampir setiap hari dan dimana-mana sering sekali kita jumpai.

Makanan itu ialah mi instan merek Indomie.

Pada tahun 2019, media Amerika Serikat telah merilis 25 mi instan yang masuk daftar mi instan dengan rasa terbaik.

Daftar tersebut dirilis Los Angeles Times pada Selasa, 5 November 2019.

Sosok kolumnis makanan yang membuat laporan mi instan di seluruh dunia itu bernama Lucas Kwan Peterson.

Dikutip dari LA Times, dalam penilaian mengenai mi instan tersebut, Lucas mempertimbangkan dua aspek penilaian.

Yang pertama adalah cita rasa mi instan tersebut, dan yang kedua adalah tingkat keaslian mi instan dengan gambar mi yang ada di bungkusnya.

“Apakah rasanya seperti hal yang ingin dicicipi? Apakah ramen udang rasanya seperti udang? Apakah ayamnya terasa seperti ayam?” dmikian ditulis Lucas yang diterjemahkan dari LA Times.

Bahkan ia rela untuk sedikit merepotkan dirinya sendiri karena tekanan darah naik 3x lipat setelah mencicipi semua mi instan tersebut.

Namun semua itu ia lakukan demi sebuah artikel berita yang menarik untuk dibaca dan memang dekat dengan masyarakat.

“Untuk peringkat ini, saya menderita dan ekstremitas saya membengkak; tekanan darah saya sekitar tiga kali lipat. Tetapi saya melakukan ini untuk Anda, pembaca yang budiman. Dan untuk Jurnalisme-J modal,” tulis Lucas lebih lanjut.

Sudah bukan barang rahasia lagi bila mi instan asal Indonesia, Indomie telah dipasarkan di penjuru dunia.

Hal tersebut mungkin menjadi salah satu faktor kenapa Indomie menjadi terkenal sampai saat ini.

Dalam rilis 25 mi instan yang memiliki cita rasa terenak di dunia versi LA Times tersebut, ada dua menu andalan dari mi instan asal Indonesia (Indomie) ini.

Keduanya menduduki peringkat 10 besar mi instan dengan rasa yang mendunia.

Yang pertama adalah Indomie goreng, dengan bercokol di posisi ke sepuluh peringkat mi instan terenak di dunia versi LA Times.

Tak hanya merasa kelezatan dari indomie goreng asal Indonesia ini, namun Lucas juga kagum dengan kisah pencapaian Indomie di salah satu negara di Afrika.

Dalam keterangannya, Lucas menuliskan bahwa ia sangat kagum bagaimana cerita mi instan Indomie menjadi bahasa baku untuk rumah tangga.

Hingga akhirnya pada tahun 1995, brand mi instan asal Indonesia tersebut melebarkan sayap dengan membuka pabrik produksi di sana.

Bermula dari hal tersebutlah yang menjadikan penyebutan indomie seperti dibaku kan untuk menyebutkan.

Bahkan sebenarnya ada lebih dari selusin mi instan yang beredar di Nigeria.

Namun Indomie mendominasi 74% pasar mi instan di sana sampai detik ini.

Dan yang mencengangkan adalah bercokolnya Indomie rasa ayam barbeque di peringkat teratas.

Walau dalam hal ini Lucas sebenarnya hanya mereview makanan yang berjenis ramen, namun ia juga tidak memungkiri cita rasa Indomie mengalihkan penilaiannya mengenai mi instan.

“Lima paket rasa berbeda yang datang dengan mie menarik dalam diri mereka. Ada tiga cairan (beberapa minyak bawang, kecap manis, sedikit saus cabai) dan dua sachet kering (bubuk ayam kaya MSG dan beberapa bawang merah goreng),” tulis Lucas yang diterjemahkan dari LA Times.

Lucas juga menambahkan bahwa jika masih ada keraguan mengenai cita rasa Indomie tersebut, Lucas menuliskan bahwa ia meminta orang yang meragukan hal tersebut untuk menonton penghormatan Rapper J2O mengenai mi instan.

Indomie makin digemari, ketika tahun 1983 muncul varian rasa Indomie mi goreng.

Indomie pertama kali dibuat oleh PT Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd.

Namun, kemudian tahun 1984 perusahaan ini dibeli oleh PT Sarimi Asli Jaya yang memproduksi Sarimi.

Selanjutnya tahun 1990, PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang sebelumnya bernama PT Panganjaya Intikusuma mengakuisisi perusahaan tersebut sehingga Sarimi dan Indomie berada di bawah satu perusahaan.

Keberadaan PT Indofood tidak bisa terlepas dari sosok Sudono Salim atau Liem Sioe Liong.

Dikutip dari harian Kompas, Minggu (20/12/1992), Salim dengan Salim Groupnya menerapkan strategi bisnis yang terintegrasi.

Sedikitnya 90 persen pasar domestik mi instan saat itu dikuasai Salim Grup melalui produk Supermi, Sarimi, Super Cup, dan sebagainya.

Bahkan omzet penjualan hampir Rp 1 triliun pada tahun 1990.

Ternyata, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pernah mengunggah foto sosok di balik cita rasa Indomie yang mendunia, di akun media sosialnya.

“Coba anak-anak mahasiswa, ucapkan terima kasih dan doa yang baik untuk ibu Nunuk, sosok pahlawan bagi anak-anak kos, terutama jika akhir bulan. Hidup Unpad,” tulisnya di akun Instagram @ridwankamil.

Perempuan yang akrab disapa Nunik, sangat mengedepankan bahan-bahan alami dalam tiap resep yang ia pilih-lepas dari klaim banyak orang bahwa bumbu Indomie tidak sehat.

Kabarnya, Ibu Nunuk sudah 30 tahun mengabdikan diri sebagai Flavor Development Manager Indofood.

Ia lebih memilih berkarya di belakang layar hingga sudah banyak orang Indonesia maupun mancanegara bisa merasakan nikmatnya Indomie.

Selamat Jalan Ibu Nunuk Nuraini….

(iys)

ADVERTISEMENT