Imbang 2-2, PSM Makassar Lolos ke Perempat Final Bersama Persija yang Menang 2-1 atas Bhayangkara FC

112
ADVERTISEMENT

MALANG–Gol penalti Guy Junior (Borneo FC) disebut kubu PSM Makassar membuyarkan konsentrasi anak-anak negeri Anging Mammiri itu.

Sebab gol yang terjadi diawali dari proses yang kontroversial berawal dari handsball Erwin Gutawa di kotak penalti, diputuskan pelanggaran oleh hakim garis yang jauh dari posisi Erwin, sedangkan posisi wasit yang berdekatan dengan pemain tidak memutuskan terjadi pelanggaran.

ADVERTISEMENT

Hal ini yang dikeluhkan Pelatih PSM Makassar Syamsuddin Batolla sesuai pertandingan lawan Borneo FC.

Menurut Syamsuddin, gol penalti Borneo FC yang kontroversial membuat anak asuhnya bermain kurang tenang dan kerap membuat kesalahan-kesalahan sendiri.

ADVERTISEMENT

Image

Hal ini yang berakibat munculnya satu gol yang dicetak Rifal Lastori menit 64.

“Penalti itu kontroversi, wasit yang lebih dekat ternyata yang mengambil keputusan (memberikan keputusan) hakim garis yang jauh sama sekali, yang membuat pemain – pemain kami down, itu yang jadi masalahnya,” ucap Syamsuddin Batolla saat konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu petang (31/3/2021) yang dipantau Koran Seruya di K-Vision (www.k-vision.tv) dengan format high definition di saluran on channel.

Sementara itu pemain belakang Hasim Kipuw mengakui bila gol penalti dari Borneo FC membuat ia dan rekan-rekannya kerap kali berhati-hati mengambil keputusan yang justru berujung banyaknya kesalahan yang muncul.

Beberapa pemain bahkan sempat kehilangan komunikasi dan salah umpan.

“Gol pertama penalti Borneo FC itu membuat kita agak sedikit down, dan kita bermain dengan beban, karena semua pemain akhirnya tampil berhati-hati membuat kesalahan, nggak berani pegang bola, lebih ragu – ragu ngambil bola antara kita, nggak ada komunikasinya, jadi sempat hal – hal kesalahan kecil itu, agak sedikit nggak jalan,” paparnya melansir okezone.com.

PSM Makassar sendiri ditahan oleh Borneo FC 2 -2 di matchday ketiga atau laga terakhir Grup B Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dengan hasil imbang ini PSM Makassar dipastikan lolos ke babak delapan besar dan menjadi juara grup B dengan torehan 5 poin dari sekali menang dan dua kali imbang.

Dalam laga ini dua gol PSM Makassar diciptakan oleh Saldi di menit ke-19 dan Zulham Zamrun di menit ke-24.

Sedangkan gol dari Borneo FC dicetak oleh Guy Junior dimenit ke-29 dan R Lastori di menit ke-64.

Atas hasil tersebut, PSM Makassar berhasil melaju ke Perempat Final Piala Menpora 2021.

Grup B Piala Menpora 2021 sebelumnya di sebut-sebut sebagai grup ‘neraka’.

Pasalnya, grup ini diisi oleh klub hebat, yakni PSM Makassar, Persija Jakarta, Bhayangkara Solo FC dan Borneo FC.

“Alhamdulillah kami telah melewati fase yang begitu berat, grup yang begitu berat. Alhamdulillah kami bisa lolos ke delapan besar,” kata Hasyim Kipuw saat konferensi pers usai pertandingan.

Dirinya mengakui bahwa, Tim Juku Eja sempat kehilangan fokus dalam pertandingan tersebut.

“Pertandingan tadi kami memang kehilangan fokus, komunikasi kita juga berkurang, konsentrasi juga berkurang. Itu kenapa kami bisa kebobolan di akhir babak kedua,” jelasnya.

Image

Persija Vs Bhayangkara Solo FC berkesudahan 2-1

Akhirnya PSM Makassar ditemani Persija Jakarta ke babak perempat final usai mengandaskan Bhayangkara FC dengan skor tipis 2-1.

Bhayangkara Solo FC akhirnya berhasil unggul lebih dulu atas lawan mereka. Ezechiel Ndouasel membawa timnya memimpin lewat gol yang ia cetak di menit ke-27.

Unggul satu gol membuat Bhayangkara Solo FC semakin percaya diri. Andik Vermansyah jadi ancaman bagi lini belakang Persija lewat pergerakan cepatnya. Hingga babak pertama usai, Bhayangkara Solo FC unggul atas Persija Jakarta.

Tujuh menit babak kedua berjalan, Persija menyamakan kedudukan. Eksekusi tendangan bebas Riko Simanjuntak di sisi kanan disambut sundulan Osvaldo Haay.

Skor 1-1 membuat tensi laga kian tinggi. Macan Kemayoran kemudian mencetak gol setelah masa istirahat di tengah babak kedua.

Pada menit ke-78 Marc Klok melepas tembakan dari luar kotak penalti. Bola meluncur, mengenai tiang dan masuk ke gawang. Persija memimpin 2-1.

Mendekati pengujung laga, Otavio Dutra mendapat kartu kuning kedua lantaran tidak mematuhi perintah wasit untuk berdiri di tempat yang ditentukan ketika menjadi pagar betis.

Dengan kemenangan ini, maka Persija dipastikan masuk ke babak perempat final.

Di klasemen akhir Grup B, Persija memimpin dengan enam poin disusul PSM dengan lima poin.

Sementara Bhayangkara berada di peringkat ketiga dengan tiga poin dan Borneo FC menjadi juru kunci dengan satu poin.

Image

(*)

ADVERTISEMENT