Irfan Jaya-Asnawi Mangkualam, Dua Garuda Muda Sulsel Tumpuan Timnas Indonesia di Piala AFF

437
Irfan Jaya-Asnawi Mangkualam (Foto : Istimewa)
ADVERTISEMENT

SINGAPURA — Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil melaju ke babak semi final Piala AFF yang berlangsung di Singapura. Hasil positif itu diterima tim asuhan Shin Tae-Young setelah menghajar Malaysia di partai pamungkas grup B dengan skor 4-1.

Babak selanjutnya, Timnas Indonesia akan bersua dengan tuan rumah, Singapura, Rabu, 22 Desember 2021. Pada partai melawan negeri jiran, pesepakbola asal Sulawesi Selatan (Sulsel) Irfan Jaya berhasil mencetak brace atau mencetak dua gol.

Padahal sebelum mencetak gol, atlet kelahiran Bantaeng, Sulsel, 1 Mei 1996 silam itu membuat blunder yang mengakibatkan Indonesia ketinggalan lebih dulu. Bola buangan yang kurang sempurna, didapatkan pemain Malaysia, Kogileswaran Raj, yang langsung melepaskan tendangan keras yang tak bisa dibendung kiper Nadeo Argawinata.

Namun, pemain PSS Sleman itu membayar kesalahan dengan dua golnya ke gawang Malaysia. Gol pertama Irfan dicetak hasil kerjasama satu-dua dengan Witan Sulaeman, mantan winger Persebaya Surabaya itu mengecoh bek Malaysia sebelum mencetak gol.

ADVERTISEMENT

Selepas berhasil menyamakan kedudukan, Timnas Indonesia terus memberikan tekanan kepada Malaysia. Terbukti Irfan Jaya mengemas gol keduanya pada menit ke-43.

Sebuah cross-shoot dari Pratama Arhan bisa diselesaikan dengan baik oleh Irfan dengan mencocor bola ke gawang Malaysia. Timnas Indonesia berbalik unggul 2-1 pada babak pertama.

Dengan dua golnya di babak pertama menjadi inspirasi pemain lain untuk terus menekan Malaysia di babak kedua. Hasilnya, Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan 4-1.

Sebelum menjadi bintang kemenangan Timnas Indonesia, Irfan Jaya pernah merasa minder karena datang dari tim Liga 2 ketika pertama kali menembus skuad Timnas Indonesia.

Karier senior Irfan Jaya dimulai saat ia membela Persebaya Surabaya di Liga 2 2017. Label tersebut tak menghalangi tim pelatih Timnas Indonesia untuk memanggilnya.

Dia pertama kali berkesempatan masuk skuad Timnas Indonesia U-22 pada pemusatan latihan Januari 2018. Sepanjang pemusatan latihan, Irfan Jaya mengaku banyak diliputi pesimistis.

Statusnya sebagai pemain jebolan Liga 2 membuatnya minder. Apalagi ia harus satu lapangan bersama nama-nama yang sudah beken seperti Hansamu Yama, Evan Dimas, Beto Goncalves, dan Stefano Lilipaly.

Namun demikian, Irfan Jaya mampu membuktikan bahwa ia sanggup bersaing dengan pemain-pemain lain, bahkan kini berhasil menjadi andalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Selain Irfan Jaya, ada juga Asnawi Mangkualam punggawa Timnas Indonesia asal Sulsel. Pemain berusia 22 tahun itu merupakan wakil kapten Timnas Indonesia digelaran Piala AFF.

Posisinya pun seakan tak tergantikan. Empat laga Timnas Indonesia di penyisihan grup Piala AFF, nama Asnawi Mangkualam selalu jadi pilihan utama juru taktik asal Korea Selatan, Shin Tae-Young.

Jabatan Asnawi sebagai wakil kapten tak lepas dari pengalamannya. Di usia yang masih muda, ia sudah sering dipanggil ke Timnas Indonesia, baik kelompok umur maupun senior.

Pengalaman Asnawi bermain di luar negeri juga sepertinya menjadi pertimbangan Shin Tae-yong. Sejak akhir Januari 2021 hingga sekarang, pemain kelahiran Makassar itu memperkuat klub kasta kedua Korea Selatan, Ansan Greeners FC.

Nilai plus lain yang dimiliki Asnawi adalah sangat dipercaya oleh Shin Tae-yong. Terbukti, ia tidak pernah absen dimainkan dalam empat laga Timnas Indonesia pada fase Grup B, dan selalu diturunkan sebagai starter.

Melawan Vietnam dalam matchday ketiga Grup B, di Bishan Stadium, Singapura, Rabu (15/12/2021), Asnawi tidak sampai 90 menit memimpin Nadeo Argawinata dan kawan-kawan. Sebab pada menit ke-70, ia digantikan oleh Rizky Dwi Febrianto.

Namun meski tidak main penuh, selama laga Asnawi berhasil memimpin rekan-rekannya bermain disiplin dalam mengamankan area permainan. Pada pertandingan ini, Shin Tae-yong menerapkan strategi parkir bus dengan pakem 5-4-1.

Asnawi menghuni sisi kanan pertahanan. Ia berkolaborasi dengan Fachruddin Aryanto, Alfeandra Dewangga, Rizky Ridho, dan Pratama Arhan dalam mengatur lini bertahan.

Asnawi dan kawan-kawan pun berhasil meredam agresifitas para pemain Vietnam. Laga berakhir imbang dengan skor 0-0.

Adapun pada pertandingan ini, kapten utama Evan Dimas masuk usai turun minum menggantikan Rachmat Irianto. Jadi ketika Asnawi ditarik keluar, tetap ada pemimpin utama di dalam tim.

Menghadapi Malaysia dalam laga pamungkas Grup B, di National Stadium, Singapura, Minggu (19/12), Asnawi kembali menjadi kapten lantaran Evan Dimas baru masuk pada babak kedua. Tepatnya menit ke-76, menggantikan Rachmat Irianto.

Pada laga ini, Asnawi terlihat matang dalam memimpin tim. Sebab, ia bisa membuat rekan-rekannya bermain tenang meski sudah tertinggal 1-0 sejak menit ke-13 via gol Kogileswaran Raj.

Hasilnya, Timnas Indonesia dapat membalikkan keadaan dan menang dengan skor 4-1. Gol-gol kemenangan skuad Garuda dicetak oleh Irfan Jaya (36′, 43′), Pratama Arhan (50′), dan Elkan Baggott (82′).

Pada gelaran Piala AFF di Singapura menjadi pembuktian bagi Irfan Jaya dan Asnawi Mangkualam. Mampukan dua pemuda asal Sulsel itu membayar kepercayaan yang diberikan Shin Tae-Young dengan menjadi juara Piala AFF untuk pertama kalinya ? Wajib disaksikan. (***)

ADVERTISEMENT