Jelang Tandang ke Lutim, Persiapan Tim Sepakbola Pra Porprov Palopo Minim dan Terkesan “Haus Kasih Sayang” Begini Kata Pemerhati Olahraga Ini

820
ADVERTISEMENT

PALOPO——Nama kota Palopo yang dikenal sebagai gudang sepak bola nampaknya sedang diuji.

Betapa tidak. Minus 3 minggu jelang pertandingan di grup 6 yang rencananya dihelat di Sorowako Luwu Timur, namun persiapan Tim Pra Porprov kota Palopo masih “acak-acakan” dan terkesan kurang perhatian utamanya dinas terkait kepemudaan dan olahraga di kota idaman yang berpenduduk lebih dari 186 ribu jiwa ini.

ADVERTISEMENT

Hal ini terungkap usai wawancara khusus Koran Seruya dengan beberapa pemerhati sepak bola di kota idaman, termasuk dengan pelatih kepala tim Pra Porprov Palopo, Coach Anton Samba.

Dengan nada sedih, pengamat dan pemerhati sepakbola Palopo, Cendrana Saputra Martani, Selasa malam (13/7/2021) saat dihubungi via WhatsApp, mengaku tak bisa berbuat banyak melihat kenyataan yang ada.

ADVERTISEMENT

“Saya banyak berkomunikasi dengan tim, termasuk pelatih, asisten dan adik-adik kita di Pra Porprov. Tentu saya merasa prihatin, minus 3 minggu lagi tim ini akan bertanding membawa nama daerah (kota Palopo) tetapi kontribusi dan perhatian pihak-pihak terkait masih minim,” ungkap CSM, nickname familiar Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Palopo itu.

Faktor Non Teknis bisa mempengaruhi prestasi Tim Pra Porprov kota Palopo saat bertarung di Grup 6 nanti, solusinya masih sementara dicari?

Masih kata legislator muda itu, mereka yang dia hubungi, rata-rata curhat kepadanya.

ADVERTISEMENT

“Kok begini ya. Kok tidak ada perhatian pejabat, kok Kadispora saja tidak pernah datang lihat-lihat mereka latihan di Stadion La Galigo dan beri motivasi kepada pemain, kok ya rumput stadion dibiarkan tinggi padahal mereka ingin latihan, serta 1001 masalah lain yang cukup membuat mata kayak kena irisan bawang,” beber Cendrana.

Anggota Exco PSSI Palopo itu berharap, semua pihak utamanya para Pembesar di kota ini, mau turun ke bawah dan melihat secara langsung kondisi tim Pra Porprov bukan saja hanya di Cabor sepakbola tetapi Cabor lain yang banyak mendulang medali dan prestasi yang membanggakan mewakili nama daerah kita ini, bisa juga ikut diperhatikan.

“Harapan kami di Exco PSSI Palopo tentu saja kondisi ini jangan terus berlarut-larut. Karena kasihan moral dan mental pemain yang mau bertanding bisa ikut terpengaruh. Kita ingin olahraga utamanya sepakbola ini terus berkembang. Roh sepakbola di Luwu Raya itu sebenarnya ada di kota Palopo, nama Gaspa sudah melekat di hati masyarakat. Bibit-bibit Gaspa itu berasal dari anak-anak muda yang sekarang terpilih mewakili Palopo di ajang pembinaan usia muda di Pra Porprov dan Porprov Sinjai nanti jika kelak lolos,” kuncinya.

(*)

ADVERTISEMENT