Jenazah Warga Rampi Luwu Utara Terpaksa Ditandu Sejauh 60 Kilometer Lewat Jalur Sulawesi Tengah

2749

MASAMBA — Menyedihkan. Itu kata yang tepat untuk mengambarkan kondisi masyarakat Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara.

Lantaran akses jalan yang sulit, warga yang ingin ke Masamba ibukota kabupaten harus membayar mahal menggunakan kendaraan roda dua, ojek.

Selain memakan waktu berhari-berhari sewa ojek menuju ke Rampi disebut-sebut termahal di dunia. Mencapai Rp 1 juta. Kendaraan roda empat belum tembus.

Kesulitan makin bertambah saat ada warga yang meninggal di Masamba. Seperti yang dialami Renti Wuhi warga Desa Tedeboe, Rampi, yang meninggal saat dirawat di RS Andi Djemma Masamba, Rabu (06/02/2019) malam.

Keluarganya bersikeras ingin menguburkan almarhumah di kampungnya sendiri. Kamis pagi, dengan difasilitasi Camat Rampi, Suryadi Djafar, jenazah diantar menggunakan ambulance ke Desa Tobada, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Butuh waktu sekitar 8 jam dari Masamba ke Tobada.

Diketahui, Tobada merupakan satu- satunya akses terdekat menuju ke Desa Tedeboe. Jaraknya kurang lebih 60 kilometer. Itupun harus ditempuh dengan jalan kaki. Sebab akses jalan juga belum bisa dilalui roda empat.

Sampai di Tobada, Jenazah kemudian ditandu oleh keluarganya melalui hutan belantara dan gunung hingga tiba di rumahnya.

Untuk menggunakan ojek dari Masamba ke Rampi tidak mungkin membawa jenazah. ” Perjalanan dari Tobada ke Tedeboe kurang lebih 18 jam tanpa istirahat jalan kaki,”kata Pong Indri, warga Masamba yang mengantar jenazah hingga ke Tobada. (adn)