Kawasan Wisata Alam Akan Dibangun di Palopo

1082
Sekda Palopo, Jamaluddin Nuhung menyampaikan sambutan pada konsultasi publik pengelolaan jangka panjang Taman Wisata Alam Nanggala III.

PALOPO — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar konsultasi publik pengelolaan jangka panjang Taman Wisata Alam (TWA) Nanggala III Periode tahun 2018-2027 yang dipsautkan di Hotel Value, Senin (8/10/18). Kawasan wisata alam rencana akan dibangun di Palopo tepatnya di wilayah pegunungan Battang Barat.

Panitia Pelaksana, Imanuel Jaya Linu, mengatakan bahwa pertemuan ini dilaksanakan untuk mendapatkan kesimpulan dan kesamaan persepsi dalam hal rancangan tata blok di Nanggala III sebagai salah satu tahap awal dalam proses pengeloaan satu kawasan taman wisata di Indonesia.

“Tentunya hal ini akan lebih fokus dan menitikberatkan pada aspek kepentingan sosial kemasyarakatan yang ada pada lingkungan kawasan tersebut dan tetap menjamin kelestarian. Dalam hal ini maka diperlukan dukungan dan keterlibatan unsur- unsur terkait dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat,” katanya.

Walikota Palopo yang diwakili oleh Sekda, Jamaluddin Nuhung menyampaikan bahwa terkait dengan hal ini, Pemerintah Kota Palopo dan masyarakat Kota Palopo menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Balai besar KSDA Sulwesi Selatan yang telah memberikan perhatian dengan rencana membangun kawasan wisata alam yang berada dalam wilayah Kota Palopo.

“Terkait dengan hal ini, kita melaksanakan konsultasi publik tentu kita ingin mendapatkan berbagai hal dan masukan terkait bagaimana sesungguhnya pengelolaan yang benar dan baik. Saya ingin menekankan bahwa di dalam wisata alam di wilayah Naggala III ini, bukan hanya wilayah Kota Palopo. Barang kali ada wilayah lain. Misalnya Luwu dan Toraja sehingga sebelum kita melakukan aksi, tentu hal ini yang perlu di koordinasikan. Jangan sampai nanti muncul konflik antar daerah,” kata Jamaluddin.

Lanjutnya, mewakili Pemerintah Kota Palopo dan masyarakat Kota Palopo dirinya ingin menekankan, lewat kesempatan ini, agar menyatukan visi dan misi membangun tempat wisata. “Mengelola tempat wisata ini minimal bisa menghindari tempat mabuk-mabukkan dan harus steril dengan tempat pergaulan bebas,” harap Jamal.

Mantan Kepala Inspektorat Palopo itu menjelaskan, tujuan pengembangan wisata itu bagaimana bisa menjadikan wisata yang berbudaya, wisata yang bernuangsa religi dan bagaimana menyediakan sarana-sarana bagi masyarakat yang tidak lain hanya untuk kepentingan kesejahtraan masyarakat. “Kita harus samakan persepsi dan komitmen melakukan dari hasil konsultasi publik ini,” tandas Jalamuddin.

Hadir dalam kegiatan tersebut, perwalikan dari Polres Paloopo, perwakilan Dandim 1403 Sawerigading, lurah, camat serta petugas resor Nanggala III dan Staf Kantor bidang Wilayah I Palopo. (asm)