Kenang Satu Tahun Bencana Banjir Pemda Lutra Bersama Forkopimda Tanam 3.110 Pohon di Bantaran Sungai

59
ADVERTISEMENT

MASAMBA—–Pagi tadi sedikitnya ada 3.110 bibit pohon ditanam secara serentak di tiga lokasi diantaranya Bantaran Sungai Masamba, Radda dan Bantaran Sungai Sabbang.

Hari ini 13 Juli 2021 genap satu tahun pasca banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Luwu Utara.

ADVERTISEMENT

Mengenang peristiwa itu, pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama forum komunilasi pimpimpinan Kabupaten Luwu Utara, menggelar aksi tanam pohon di bantaran sungai Masamba, Radda dan Suangai Sabbang.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, saat memimpin apel penanaman pohon di bantaran Sungai Masamba menyampikan, saat ini ancaman bencana alam masih menghantui masyarakat.

ADVERTISEMENT

” Dari 173 desa kelurahan di Luwu Utata, dari petaan ada 152 yang masuk dalam kategori rawan bencan. Terlbih potensi bemcana masih terus mengancam daerah kita. Kita terus diingatkan BMKG jika potensi masih cukup besar mengancam daerah kita,” kata Indah. Selasa (13/07/2021)

Bupati perempuan pertama di Sulsel itu menambahkan, beberapa hari yang lalu BMKG bahkan mengeluarkan peringatan bahwa kita harus siaga, karena kondiai cuaca yang bisa saja menimbulkan bencana.

ADVERTISEMENT

“Maka dari itu sangat penting kita semua tahu, tentang bagaimana mitigasi bencana.
Tapi saya bersyukur semua pihak baik TNI dan Polri selalu hadir melibatkan diri mulai dari tanggap darurat pasca banjir hingga hari ini. Bahkan juga ikut mengedukasi masyarakat soal mitigasi bencana,” ungkapnya.

“Bahkan untuk kegiatan kita hari ini, dari pihak kepolisian membantu kita 1000 bibit pohon,” sambung ibu dua anak itu.

Penanaman pohon dilakukan juga untuk memperkuat daya dukung lahan, terurama di wilayah hilir. “Dihulu sudah tidak ada masalah, tapi dibagian tengah dan hilir itu masih butuh penguatan,” tegas Indah.

Selain itu, kata Indah kegiatan penanaman pohon ini tidak hanya sekedar untuk mengenang satu tahun bencana alam banjir bandang di Luwu Utara, akan tetapi juga juga untuk melakukan konsolidasi semua kekuatan dimiliki elemen masyartalat dalam rangka pemulihan.

“Kita saat ini masih dalam transisi tanggap darurat menuju pemulihan. Berbgai upaya kita lakukan, memang tidak mudah ditambah lagi dimasa pandemi seperti ini. Jadi ada dua target kita kedepan, pertama adalah pemulihan fisik infrastruktur dan pemulihan psikis masyarakat kita yang menjadi korban banjir bandang,” jelasnya.

(*)

ADVERTISEMENT