15 Menit Sebelum Tertimbun Longsor, Empat Kakak Beradik Anak Kades Ilan Batu Masih Sempat Bermain Bola Dibawah Guyuran Hujan….

2201
Screnshoot video saat keempat kakak beradik anak Kades Ilan Batu bermain bersama teman-temannya, sekitar 15 menit sebelum longsor menerjang rumah mereka, Minggu (3/10/2021)
ADVERTISEMENT
  • Kakak Beradik yang Selalu Kompak, Biasa Berboncengan Sepeda Motor Keliling Desa

KORANSERUYA.COM–Jenazah empat kakak beradik korban tertimbun longsor di Desa Ilan Batu, Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (4/10/2021) sore lalu, telah dimakamkan sanak keluarganya. Keempat korban tidak lain anak Kepala Desa Ilan Batu, Abdul Salam.

Tanah longsor yang menimbun rumah Kades Ilan Batu bersama empat orang anaknya yang sedang makan malam, jelang magrib, Minggu sore itu, 3 Oktober 2021, menyisahkan duka mendalam bagi sanak keluarga.

Keempat kakak beradik yang jadi korban longsor tersebut, yakni Abdul Rahman alias Ammang, 14 tahun, Abu Sofian, 12 tahun, Imam, 10 tahun, dan Furqon, 5 tahun.

Kerabat dekat Kades Ilan Batu, Landung Purwanti Elni, menceritakan, bahwa sekitar 15 menit sebelum longsor menerjang rumah mereka, kakak beradik ini masih sempat bermain bola bersama teman-temannya. Mereka sangat bergembira bermain bola dibawa guyuran hujan.

ADVERTISEMENT

“Suasana kegembiraan kakak beradik bersama teman-temannya bermain bola dibawah guyuran hujan itu sempat divideokan salah seorang keluarga mereka, yang rumahnya berada di depan lapangan. Bahkan, saat ibu mereka datang memakai payung, menyuruh keempat korban pulang ke rumah, juga divideokan,” cerita Landung lewat chatt massanger kepada KORAN SERUYA, Selasa (5/10/2021).

Karena disuruh pulang oleh ibunya, Ammang bersama tiga adiknya kemudian kembali ke rumah. Ibu mereka menyuruh mandi dan makan, karena sudah mulai magrib. Kedua orangtua mereka hendak pergi menghadiri undangan pernikahan keluarga mereka di desa lain.

Beberapa saat kemudian, saat keempat kakak beradik ini berada di rumah, terjadi longsor. Kabarnya, Ammang dan ketiga adiknya sedang makan saat rumah mereka tertimbun longsor. Keempatnya ikut tertimbun material longsor. Keesokan harinya, Senin (4/10/2021), Ammang dan ketiga adiknya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Landung Purwanti juga menceritakan, dua hari sebelum longsor menimbun Ammang bersama tiga adiknya, pada Jumat (1/10/2021), mereka ikut membersihkan masjid. Setiap hari Jumat, warga membersihkan masjid. Keempat korban ikut membersihkan masjid. “Ammang dan tiga adiknya sangat kompak. Mereka biasa berboncengan sepeda motor keliling desa dan menyapa warga,” kata Landung, sedih mengingat keempat keponakannya itu menjadi korban tanah longsor.

“Namun itulah takdir dari Allah SWT, keempat keponakan saya ini meninggal dunia dan telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, empat anak Kades Ilan Batu, Abdul Salam, di Kecamatan Walenrang Barat, Luwu, ditemukan meninggal dunia tertimbun longsor. Rumah mereka tertimbun longsor dan saat kejadian, mereka berempat sedang makan bersama jelang magrib, Minggu (3/10/2021) petang.

Sejak Minggu malam, tersiar kabar empat anak Kades Ilan Batu tertimbun longsor bersama rumahnya yang ambruk. Upaya evakuasi empat kakak beradik itu baru bisa dilakukan pada Senin, 4 Oktober.

Proses pencarian empak kakak beradik ini dilakukan tim Basarnas melibatkan relawan Luwu Raya, aparat TNI, Polri bersama warga, mulai sejak pukul 10:00 Wita, Senin siang. Satu jam berselang, sekitar pukul 11:00 Wita, satu korban bernama Muh Taufan ditemukan tertimbun longsor bersama puing-puing rumah orangtuanya yang ambruk tertimbun material longsor.

Selanjutnya, beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15:00 Wita, tiga korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tiga korban anak Kades Ilan Batu yang ditemukan sudah jadi mayat tertimbun longsor, masing-masing Imam, 8 tahun, Ammang, 17 tahun, dan Furgon, 6 tahun.

Isak tangis sanak keluarga menyambut jenazah empat kakak beradik itu. Termasuk Elnita Pakolo, istri Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak.

Elnita Pakolo yang tidak lain kerabat dekat Kades Ilan Batu, menceritakan, peristiwa banjir dan longsor terjadi menjelang salat maghrib, Minggu petang, 3 Oktober. Ketika itu, empat anak Kades Ilan Batu, Absul Salam, sedang berada di rumah. Mereka berempat sedang makan malam.

Saat kejadian, kedua orangtuanya tidak berada di rumah. “Kami sangat kehilangan atas meninggalnya empat korban. Mereka adalah keluarga dekat saya,” kata istri Wakil Bupati Luwu ini, terisak.

Sambil berlinang air mata, Elnita mengakui, sebelum longsor menerjang rumah Kades Ilan Batu, dia sempat mengajak empat keponakannya itu tinggal bersamanya. Kebetulan pada hari Sabtu, mereka bersama bapaknya datang berkunjung ke rumahnya di Batusitanduk. “Saya ajak untuk tinggal di rumah beberapa hari, tapi mereka menolak. Katanya mau pulang beri makan ayamnya,” ujarnya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya empat anak kepala desa Ilan Batu dalam bencana alam tanah longsor yang melanda wilayah Desa Ilan Batu, Minggu sore lalu.

Syukur Bijak juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan pencarian empat kakak beradik itu sejak pagi hingga ditemukan pada sore hari, mulai tim Basarnas, relawan Luwu Raya, aparat TNI, Polri, dan masyarakat.

“Atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras menemukan keempat korban, anak Kades Ilan Batu. Kami juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujar Syukur Bijak. (***)

ADVERTISEMENT