Klaim Pihak ASS Didukung NA Maju Pilgub Sulsel 2024, Pengamat Nilai Tak Etis

69
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, atau akrab disapa ASS menjenguk mantan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pertemuan keduanya berlangsung Jumat (10/6/2022) lalu. Rupanya, ASS menjenguk NA tersebut menuai protes, termasuk sejumlah pihak menilai ada yang tidak etis dibalik kunjungan ASS menjenguk NA tersebut. Ada apa ya?

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma, salah satunya yang menyoroti kunjungan ASS terhadap NA di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pasalnya ASS tiba-tiba mengaku didukung NA untuk maju Pilgub Sulsel.

Dia menilai klaim staf khusus (stafsus) yang menyebut ASS mendapat dukungan NA rawan dianggap politis. Niat baik Andi Sudirman mengunjungi NA dapat dianggap untuk kepentingan Pilgub semata. “Apalagi orang bisa jadi berasumsi bahwa ‘Pak ASS tiba-tiba berkunjung dan mendapat dukungan (Pilgub Sulsel), berarti Pak ASS berkunjung untuk mendapatkan dukungan’,” ungkap Sukri di Makassar, kemarin.

Menurutnya, dampak kunjungan ini bisa menjadi liar karena tidak diatur dengan baik oleh tim ASS. Apalagi kunjungan itu baru pertama kali dilakukan ASS sejak NA masuk Lapas Sukamiskin. “Kalau misalnya pernyataan saja Pak NA mendukung, ini tidak masalah. Tapi ini mendatangi (di penjara), ada foto pula (ASS bersama NA). Apalagi foto di penjara juga, tidak boleh kan,” beber dia.

ADVERTISEMENT

Namun demikian, dia menilai kunjungan ASS pada dasarnya baik untuk mendapatkan perhatian jika dirinya masih berhubungan baik dengan NA. Tetapi situasi dan momennya tidak tepat. “Prinsipnya, justifikasi dukungan itu penting untuk mendapatkan dukungan segmen masyarakat dari figur tertentu. Dalam konteks ini, ASS ingin menunjukkan bahwa tidak ada masalah dengan dirinya dan NA,” urai Sukri.

Sukri Tamma juga menekankan perlunya pihak ASS hati-hati membuat pernyataan politik. Sebab klaim mendapat dukungan Pilgub dari NA bisa menjadi blunder bagi citra ASS. “Pasti orang akan bertanya-tanya, masa orang lagi di penjara, lagi sulit-sulitnya kemudian dimintai dukungan ke depannya,” kata Sukri.

Sukri lantas mengingatkan perlunya pihak gubernur mementingkan hal-hal yang etis. Warga yang skeptis gampang curiga meski niatan Andi Sudirman bisa saja berbeda dengan yang ditudingkan. “Perlunya mementingkan aspek etis. Karena kita tidak tinggal sendiri, ada masyarakat yang bisa menilai dalam sebuah kejadian, jangan sampai justru blunder,” papar dia.

Diketahui ASS datang menjenguk NA di Lapas Sukamiskin pada Kamis (9/6/2022) lalu. Stafsus ASS bernama Irwan mengklaim pertemuan tersebut mengemuka soal dukungan NA agar ASS kembali maju dalam Pilgub Sulsel. “Maju mi lagi, karena masyarakat banyak berharap. Sulsel ini butuh wajah baru dan anak muda kayak kita’ (ASS),” tutur Irwan meniru perkataan NA.

Klaim itu belakangan dibantah putri NA, yakni Putri Fatima Nurdin yang mengaku belum pernah mendengar NA mendorong ASS maju Pilgub. Namun dia enggan sesumbar lebih jauh terkait pertemuan NA-ASS di Lapas Sukamiskin. “Belum pernah ada (pernyataan Nurdin dorong ASS maju Pilgub), karena kami kalau ketemu Bapak lebih banyak membahas perkembangan cucu-cucu,” ungkap Putri.

TUAI SOROTAN

Sementara itu, Kalapas Sukamiskin Bandung, Elly Yuzar menyoroti beredarnya foto Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang menjenguk Nurdin Abdullah di Lapas. Ini lantaran di dalam area Lapas dilarang berfoto. “Itu ajudan dia mungkin. Sebenarnya nggak boleh,” ungkap Elly Yuzar, Jumat (10/6/2022) lalu.

Elly membeberkan kunjungan ASS ke Lapas Sukamiskin ini usai ASS bertakziah ke rumah dinas Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Kamis (9/6). ASS sebelumnya meminta izin untuk bisa bertemu dengan NA. “Iya dia waktu itu datang ke Bandung mau ke Gubernur Jawa Barat. Karena kan anaknya pak Gubernur Jabar tahu sendiri, sedang dapat musibah. Jadi dia mau bela sungkawa, datang lah,” beber Elly.

Pihaknya kemudian memberikan kebijakan karena ASS meminta waktu bertemu sebentar lantaran sudah berada di Bandung. Namun pertemuan keduanya didampingi dan diawasi petugas Lapas. “Karena sudah ada di Bandung bisa nggak ketemu sebentar, ya kita kasih kebijakan. Nggak lama lah sebentar. Ya didampingi petugas kita,” pungkas Elly.

Diketahui, dalam foto yang beredar ke media, Nurdin Abdullah tampak merangkul ASS. NA mengenakan baju gamis berwarna abu-abu sementara ASS mengenakan baju batik dengan dominan warna merah.

“Iya, dalam kunjungan bapak Gubernur ke Bandung, beliau berkunjung khusus untuk menjenguk bapak Prof Nurdin Abdullah di Lapas Sukamiskin,” ungkap Staf Khusus ASS Irwan yang menjadi saksi pertemuan tersebut dalam rilis Humas Pemprov Sulsel yang diterima KORAN SERUYA, Jum’at (10/6/2022) lalu.

Irwan menggambarkan pertemuan tersebut dalam suasana penuh keakraban. Dia menyebut ASS memeluk erat NA yang merupakan pasangannya saat pilgub 2018 lalu. Keduanya disebutnya berbincang terkait perkembangan Sulsel. “Bapak Gubernur menyampaikan perkembangan Sulsel, khususnya terkait pelaksanaan Visi Misi, bahwa apa yang menjadi prioritas (RPJMD 2018-2023) tetap dilanjutkan secara bertahap,” jelasnya. (***)

ADVERTISEMENT