Komisi I Apresiasi Usulan Walikota Agar di Palopo Juga Punya Alat Pemrosesan Swab Test PCR

142
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM — Wakil Ketua Komisi I DPRD Palopo Baharman Supri menyambut baik usulan walikota Palopo HM Judas Amir yang berencana membeli alat test PCR guna mempercepat pemrosesan sampel swab test dalam upaya penanganan virus mahkota alias corona di kota idaman ini.

Hal ini disampaikan Baharman di Palopo, Rabu (4/8/2021) petang, usai pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

ADVERTISEMENT

Meski dikenal vokal dan kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun legislator senior Golkar itu mendukung jika Pemkot Palopo ingin memiliki fasilitas yang lebih komperehensif dalam menangani masalah pandemi Covid-19 ini.

“Kami sangat mendukung inisatif Pak Wali tersebut. Di Rapat Banggar sering saya sampaikan jika Palopo yang berada di kawasan ujung utara Sulsel butuh peralatan medis yang lengkap, apalagi kita dalam masa pandemi.”

ADVERTISEMENT

Lanjut dia, “saya pernah berseloroh dan mengatakan sebaiknya Satgas ini dibubarkan saja, honornya kita pakai beli alat PCR, karena saya sempat jengkel juga, kenapa anggaran Refocusing besar tapi kita tetap berada di zona merah dan oranye terus, kita semua warga Palopo tentu tak ingin ada yang sakit terpapar Covid-19, untuk itu langkah antisipasi dan penanganan kasus harus cepat, tepat dan efektif, jangan lalod,” ucap dia bersemangat.

Tokoh koperasi di kota Palopo itu juga bahkan mengkalkulasi, jika anggaran pembelian alat PCR yang konon harganya sudah turun, tak semahal dulu lagi, ancar-ancarnya misalnya 500 atau 600 juta, tak lagi 1 M, Pemkot bisa memanfaatkan untuk bekerjasama dengan Labkes rumahs akit di kabupaten lain di Tana Luwu dan Toraja, bahkan Wajo atau Kolaka Utara juga Morowali, agar pengetesan sampel tak lagi harus ke kota Makassar. “Keuntungannya, kita bisa dapat penambahan biaya retribusi pajak dari situ, yang nanti bisa meningkatkan PAD kita,” tandas legislator yang dikenal punya latar belakang pengusaha ini.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, saat melakukan rapat koordinasi secara virtual seputar penanganan Covid-19 bersama Pemprov Sulsel yang dihadiri Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, walikota HM Judas Amir menyampaikan kendala yang dihadapi Pemkot Palopo terkait penanganan covid-19.

Kendala tersebut, katanya, Pemkot Palopo yang telah membentuk Satgas melibatkan unsur TNI dan Polri, tidak ditunjang peralatan memadai, terutama peralatan untuk swab test PCR.

“KIta sangat perlukan peralatan PCR untuk mendeteksi dini warga terpapar covid-19 agar bisa ditangani cepat hingga tidak menularkan kepada warga lainnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Dr. Abdul Hayat., M.Si menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran pemerintahan kabupaten/kota yang telah memberikan support dan dukungan, serta kepada masyarakat Sulsel untuk mewujudkan Sulsel sehat dengan menekan laju penyebaran Covid-19.

Disampaikan Abdul Hayat, kasus positif covid-19 di Sulsel selama dua minggu terakhir ini mengalami peningkatan, sehingga patut mendapat perhatian serius.

Dikatakan, upaya penanggulangan pandemi tidak cukup dengan menerapkan protokol kesehatan saja, namun diperlukan intervensi antara lain secara bersama mengaktifkan satgas covid baik tingkat provinsi maupun kab/kota.

Sementara Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, ST dalam arahannya menyampaikan bahwa provinsi membuka akses untuk para relawan yang ingin ikut bergabung, terkhusus dalam penanganan isolasi.

“Tak hanya di provinsi tapi di kab/kota dapat membuka akses jika memang ada relawan yang dapat membantu,” katanya.

Dikatakan, perlu adanya gotong royong dalam penanganan pandemi corona.

“Kita tidak bisa melakukan sendiri, jadi kita harus bersama masyarakat, TNI, Polri dan juga pemerintah harus bersatu,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman menyampaikan terimakasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu percepatan vaksin di Sulsel.

(*)

ADVERTISEMENT