Komisi V DPR-RI Tinjau Kereta Api Sulsel, Abang Fauzi: Akan Terus Kami Kawal

83
ADVERTISEMENT
MAROS — Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja meninjau progres pengerjaan Kereta Api Sulsel di Kelurahan Palantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Senin (11/10/2021).
 
Anggota Komisi V, Muhammad Fauzi mengatakan Komisi V DPR akan mengawal pembangunan kereta api Sulsel hingga rampung. Menurutnya, ada lima orang anggota DPR dari Sulsel yang duduk di komisi yang membidangi perhubungan tersebut.
 
“Kami akan dampingi dan kawal terus. Malu kami kalau ini tidak selesai. Di Komisi V ada lima orang dari Sulsel. Jadi jangan sungkan meminta kami untuk membantu jika ada kendala. Kami mau proyek ini rampung sebelum periode kami selesai, sebagai bentuk komitmen kami di Senayan untuk berkontribusi bagi daerah,” kata Abang Fauzi, sapaan akrab legislator Golkar itu.
 
Untuk diketahui lima orang anggota DPR RI dari Sulsel yang ditempatkan di Komisi V yakni, Andi Iwan Darmawan Aras (Gerindra), Muh Aras (PPP), Hamka B Kady (Golkar), Muhammad Fauzi (Golkar), dan Sarce Bandaso (PDIP).
 
Abang Fauzi, yang merupakan Anggota DPR dari Dapil Sulsel III ini juga mengungkapkan keprihatinan terhadap proyek kereta api tersebut.
 
Kereta Api Sulsel semestinya telah diresmikan sejak tahun 2018. Namun hingga tahun 2021 akhir masih juga belum rampung. “Masalahnya adalah teknis di pembebasan lahan dan juga anggaran,” katanya.
 
Abang Fauzi meminta pemerintah segera menyelesaikan semua masalah agar pengerjaan proyek tidak terganggu.
 
“Di segmen Maros-Pangkep ada 30 km dan segmen Pangkep-Barru juga 30 km yang anggaran totalnya mencapai Rp3 triliun. Untuk segmen Pangkep-Barru rampung Desember 2021 dan segmen Pangkep-Maros paling lambat Juli 2022 sesuai laporan Kemenhub,” jelasnya.
 
Suami Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani ini juga meminta akses pendukung kereta api diperbaiki. Misalkan di Maros, masih perlu pelebaran jalan menuju ke stasiun.
 
“Dengan selesainya kereta api ini tentu akan memberi dampak ekonomi besar dengan menyerap banyak tenaga kerja dan juga mendukung arus barang di Sulsel,” terangnya.
 
Anggota Komisi V diterima oleh pihak Kementerian Perhubungan dan juga pengelola pembangunan kereta api Sulsel. (rls)

ADVERTISEMENT