KOTAKU Diresmikan Walikota, Ini Sedikit Catatan Bappeda Palopo

436

PALOPO — Salah satu agenda pembangunan Kota Palopo adalah penataan kawasan kumuh perkotaan yang dituangkan dalam misi “Mewujudkan lingkungan yang layak huni melalui pengembangan infrastuktur perkotaan, penaatan pemukiman, sanitasi dan ruang terbuka hijau” untuk mewujudkan visi “Terwujudnya Kota Palopo yang Maju, Inovatif dan Berkelanjutan pada Tahun 2023”.

Pada akhir 2018 yang lalu, 20,85 hektar wilayah Palopo masih berstatus kumuh yang dihuni kurang lebih oleh 1.420 warga.  Dari total kawasan kumuh 89,33 Ha, kini di akhir 2019 kawasan tersebut, telah berkurang sejak dilaksanakan tahun 2016, menjadi hanya 3,85 Ha atau berkurang sekitar 85,48 Ha.

Wilayah-wilayah ini perlu peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan, pencegahan terhadap penyakit berbasis lingkungan, perhatian terhadap kualitas tumbuh kembang anak-anak, dan upaya-upaya peningkatan kapasitas ekonomi rumah tangga keluarga.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Program Kotaku menangani kumuh dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.

Tahun ini Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) dalam melaksanakan Program Kotaku mencapai Rp 5 Miliar, dengan rincian: Ponjalae Rp 1,5 Miliar; Pontap Rp 2 Miliar; Penggoli Rp 1 Miliar; dan Surutanga Rp 500 juta. Anggaran ini digunakan untuk pembangunan drainase lingkungan, jalan beton, ruang terbuka/jalur hijau, dan pengadaan motor sampah. Selain itu, terdapat pula dana swadaya masyarakat sebesar Rp 767.446.000 yang berupa hibah lahan milik warga sendiri.

Tahun 2019, Bappeda mulai mencoba membangun sistem kolaborasi melalui skema I-Care Palopo (Inisiasi Coorporate Responsibility dalam Penataan Kawasan Kumuh Palopo). Melalui skema ini, khusus di Lorong Panggung ini telah hadir Bank Sulselbar dengan motor sampahnya, Bank Mandiri dengan tempat sampahnya, PT Mataram Paint dengan bantuan Cat EMCO-nya, PAM Tirta Mangkaluku dengan Pot Bunganya, serta Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan dengan Kebun-kebun sayur masyarakat.

Dan pada hari ini, Selasa (14/1), Walikota Palopo HM Judas Amir telah meresmikan pelaksanaan kegiatan Kotaku TA 2019 yang mulai banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar daerah pinggiran, yang masuk kawasan kumuh di kota Palopo.

Bappeda Palopo dalam siaran persnya menyampaikan  terima kasih juga apresiasi atas kerjasama dan kolaborasi selama ini, juga kepada tokoh dan badan usaha yang memiliki kepedulian atas penuntasan kawasan kumuh di Kota Palopo. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para jajaran Korkot, Askot, BKM dan KSM, serta aparatur RT, RW dan LPMK yang menunjukkan dedikasi dan komitmen yang besar dalam menyukseskan program Kotaku di Palopo.

Harapan ke depan, dengan kelompok pemanfaat dan pemelihara serta segenap warga diharap dapat menjaga dan merawat fasilitas dan infrastruktur yang telah dibangun dengan sangat baik ini. Untuk jajaran OPD, diharap mulai masuk melalui kegiatan-kegiatan non fisik, utamanya dalam hal peningkatan kualitas kesehatan dan pemberdayaan ekonomi, kata Sekda Palopo Firmanza DP, menutup laporannya. (Iys)