Lanjutan Proyek Jalan Rintisan Palopo-Pantilang-Torut Diaspal 6,1 Km, Anggarannya Capai Rp24,6 Miliar

873
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyempatkan meninjau langsung progres pembangunan jalan ruas Latuppa-Bonglo-Salulimbong-Pantilang, Minggu (4/7/2021).
ADVERTISEMENT

PALOPO–Proyek pembangunan jalan ruas Latuppa (Palopo)-Toraja Utara melintasi wilayah Bastem berlanjut tahun anggaran 2021. Untuk lanjutan proyek infrastruktur ini, Pemprov Sulsel mengalokasikan dana sebesar Rp24,6 miliar. Anggaran ini untuk pengaspalan ruas jalan sepanjang 6,1 kilometer.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di tengah kunjungan kerjanya di Kota Palopo, menyempatkan meninjau langsung progres pembangunan jalan tersebut, Minggu (4/7/2021). Jalan ini melintasi wilayah Latuppa (Palopo)-Bonglo-Salulimbong-Pantilang.

ADVERTISEMENT

Ruas jalan yang dirintis oleh Pemprov Sulsel ini akan menghubungkan Kota Palopo dengan Pantilang di Kecamatan Basse Sangtempe (Bastem), Kabupaten Luwu, hingga Rantepao di Kabupaten Toraja Utara.

Upaya Pemprov Sulsel dalam pembangunan ruas jalan ini dilakukan secara bertahap. Mulai tahun 2019, dengan pengerjaan pembukaan lahan sepanjang 20 km. Dilanjutkan di tahun 2020, pembangunan dilanjutkan dengan pengaspalan sepanjang 3 kilometer.

ADVERTISEMENT

Berlanjut di tahun 2021 ini, Pemprov Sulsel mengucurkan anggaran senilai Rp24,6 miliar untuk melanjutkan pengaspalan sepanjang 6,1 kilometer. “Jalan rintisan Palopo-Pantilang-Toraja Utara sedang dalam progres. Komitmen kami akan terus berupaya untuk menuntaskan ruas jalan ini,” kata Andi Sudirman.

Dari informasi masyarakat sekitar, sebelum dikerjakan kondisi jalan hanya berupa jalan tanah sehingga ketika memasuki musim hujan, maka akan sulit dilalui. Itu karena terdapat kubangan pada beberapa segmen. Terlebih lagi kondisi medan terjal dengan lebar hanya sekitar tiga meter, yang menyulitkan pengendara melintasi jika sedang berpapasan.

ADVERTISEMENT

“Kita membangun secara bertahap. Alhamdulillah, sekarang sudah ada kendaraan penumpang umum yang memanfaatkan ruas tersebut menuju ke Rantepao atau sebaliknya,” ungkap Andi Sudirman.

Adapun yang menjadi kendala dalam pengerjaan proyek ini karena berada di tengah-tengah pegunungan sehingga memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi.

“Hambatan akses selama masih pengerjaan, longsor serta jalur menjadi tantangan tersendiri dalam konstruksi jalan ini. Jalan ini akan menjadi alternatif Rantepao langsung Kota Palopo. Saat ini telah menjadi opsi-opsi sementara angkutan umum meski terbatas karena dalam tahapan pengerjaan,” sebutnya.

Dengan pembangunan jalan ini pula, membuka akses kawasan Bastem ke kota Palopo. “Yang sebelumnya ditempuh dengan jarak dua jam, kini sudah bisa dilalui dengan waktu sekitar satu jam,” katanya.

Ia pun berharap, hadirnya pembangunan jalan ini bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Semoga jalan ini bisa memudahkan pemasaran produk pertanian masyarakat dari wilayah Bastem–Pantilang ke kota terdekat/sekitar (Palopo) sehingga memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok,” harapnya. (rls)

ADVERTISEMENT