Madu Trigona Luwu Utara Ikuti Pameran Perlebahan se-Asia

1055
Suasana Pameran dan Konferensi Perlebahan se-Asia, Senin (22/10), di Merlyn Park Hotel, Jakarta.
ADVERTISEMENT

Masamba — Salah satu produk lokal masyarakat Desa Radda Kecamatan Baebunta, Madu Trigona yang dikelola Forum Kelompok Usaha Perlebahan Kabupaten Luwu Utara, ikut bersaing di ajang Pameran dan Konferensi Perlebahan se-Asia, Senin (22/10), di Merlyn Park Hotel, Jakarta. Acara ini berlangsung empat hari, 22 – 25 Oktober 2018.

Acara yang digelar oleh Asosiasi Perlebahan Indonesia ini menghadirkan para pelaku usaha perlebahan yang ada di Asia. “Intinya adalah bagaimana upaya kita memperkenalkan potensi-potensi yang ada di Luwu Utara melalui ajang perlebahan Internasional” kata Ketua Forum Kelompok Usaha Perlebahan Luwu Utara, Paimin Ponijan.

Paimin mengaku bersyukur atas keikutsertaan kelompoknya dalam ajang ini. Acara ini dikemas dalam bentuk pameran perlebahan. Selain itu, katanya, juga ada diskusi tentang perlebahan dunia. “Alhamdulilla, dengan adanya ajang ini kita jadi bisa tahu tentang perlebahan yang ada di Indonesia, juga dari negara luar.” ujar Paimin, yang Presiden Trigona tersebut.

Paimin, yang juga salah satu narasumber dalam ajang Pameran dan Konferensi Perlebahan Asia ini menyebutkan, Pameran dan Konferensi Perlebahan Asia dihadiri Kementerian Lingkungan Hidup, para investor asing yang membidangi perlebahan serta beberapa investor yang bergerak di Bidang Usaha Kecil dan Menengah, para ahli lebah, madu dan Ahli Propolis Internasional.

ADVERTISEMENT

“Di sinilah tempatnya promosi bagi daerah untuk bisa mendatangkan turis negara luar ataupun investor yang bisa membantu kita dalam mengembangkan perlebahan, madu dan propolis. Sebab kita semua tahu, dari beberapa penelitian para ahli lebah, madu dan propolis Luwu Utara salah satu produksi madu dan propolis terbaik di Indonesia, bahkan dunia,” terangnya.

“Olehnya itu, saya ingin mengajak kepada warga Luwu Utara yang berdekatan dengan hutan untuk selalu menjaga kestabilan alam, hutan, perkampungan dan perumahan. Kita pertahanankan tanaman endemik yang berpotensi dan bermanfaat untuk tanaman obat. Lestarikan hutan kita sebagai sumber kekayaan masyarakat” tandas Paimin. (LH)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT