Meminimalisir Korban, Mapala UM Palopo Gelar Dialog Kebencanaan

139
Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo, menggelar dialog kebencanaan, Sabtu (18/12/2021).
ADVERTISEMENT

PALOPO — Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo, menggelar dialog kebencanaan, Sabtu (18/12/2021). Dialog yang bertema peran pemerintah dan masyarakat untuk terampil solutif dan berkesinambungan dalam tanggapi bencana, itu berlangsung di Kafe Sindibad, Palopo.

Sementara yang menjadi Narasumber Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD), Pengawas dan Perlindungan Hutan Provinsi CDK Wilayah IV Luwu Raya, dan Dinas Lingkungan Hidup, Kota Palopo, Serta Suaib Libe, Relawan Luwu Raya.

ADVERTISEMENT

Ketua umum Mapala UM Palopo, Jabbar Syam, mengatakan kegiatan itu digelar untuk mendengar penjelasan Dinas terkait, dalam meminimalisir dampak dari bencana alam.

“Kami mendatangkan beberapa Narasumber ini selain untuk menimba ilmu dari mereka, kami juga ingin mendengar seperti apa solusi dan persiapan yang sudah diedukasikan kepada masyarakat dalam menghadapi bencana Alam,” katanya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palopo, Muhammad Taufiq, mengatakan BPBD, tidak hanya hadir saat bencana terjadi namun juga hadir pada saat pra bencana memberikan sosialisasi kepada masyarakat serta pemahaman ketika bencana alam datang. “Ketika bencana datang BPBD sudah siap dengan apa yang disebut tim reaksi cepat (TRC),”katanya.

Selain itu dia menegaskan BPBD Palopo, senantiasa memberikan pemahaman terkait faktor-faktor apa saja yang bisa mengakibatkan bencana alam. “Tentunya kita berharap peran dan partisipasi masyarakat, BPBD Palopo, tanpa masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Palopo, Hamka, mengatakan salah satu faktor penyebab datangnya bencana alam yakni kurangnya kesadaran masyarakat dalam memelihara pohon bahkan membunuhnya.

“Kenapa bencana alam itu terjadi, salah satu contoh kasusnya ketika teman-teman ataupun masyarakat menanam pohon ada-ada saja tangan jahil yang mengganggu bahkan bisa kita katakan membunuh tanaman tersebut,” jelasnya.

“Untuk itu kita berharap kepada masyarakat terkhusus juga kepada teman-teman mahasiswa untuk bagaimana bisa mengedukasi, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan disekitaran kita,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Kepala Pengawasan dan Perlindungan Hutan Provinsi, CDK Wilayah IV Luwu Raya, Rustam Tawaru, menjelaskan tentang bagaimana menangani dan mencegah kebakaran hutan. (hwn/liq)

ADVERTISEMENT