Menginspirasi, Anak Petani dari Luwu Ini Wakili Sulsel Pertukaran Pemuda ke Singapura

2553
Heri Kurniawan

BELOPA — Sulawesi Selatan mendapat satu jatah untuk pertukaran pemuda antar negara program Singapore-Indonesia Youth Leadeship Program (SIYLEP) 2019. Peserta yang ikutĀ  mendaftar cukup beragam dengan usia antara 22-29 tahun. Rata-rata adalah mahasiswa S2 jebolan dari berbagai universitas terkenal di Indonesia bahkan dari luar negeri.

Setelah melalui serangkaian tes mulai dari wawancara, pengetahuan umum, wawasan kebangsaan hingga seleksi terakhir di Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, yang dinyatakan lolos adalah Heri Kurniawan.

Siapa Heri? Ternyata mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin ini berasal dari Kabupaten Luwu. Ia lahir di Redo, Desa Komba Selatan, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu.

” Alhamdulillah saya bisa terpilih diantara banyak pendaftar. Saya termasuk pendaftar termuda. Kuota Sulsel tahun ini hanya satu,” katanya kepada Koran SeruYA.com saat dihubungi, Selasa (11/06/2019). Pemuda kelahiran 17 Oktober 1996 ini bukan lahir dari kalangan berada. Ia yatim. Ayahnya, almarhum Saedi, meninggal sejak dua tahun lalu.

” Ibu melanjutkan profesi bapak sebagai petani. Ibu tinggal sendirian di kampung,” kata mahasiswa jurusan Agroteknologi semester 8 ini. Heri adalah anak kedua dari pasangan almarhum Saedi-Samsiah. Kakaknya, seorang sopir mobil yang tinggal di Makassar.

Saat libur, ia bersama sang kakak biasanya pulang kampung mengurus kebun oprang tuanya di Larompong. Walaupun dari keluarga petani, namun semangatnya untuk maju tak pernah surut. Setelah menamatkan pendidikannya di Larompong, ia mengikuti tes untuk masuk Unhas dan diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Pertanian.

Saat duduk di bangku kuliah, sederet prestasi berhasil diraih. Antara lain, pernah meraih juara lomba IKTI Nasional di IPB Bogor. Juga pernah menjadi peserta dan pembicara di active citizenship.

” Saya bersyukur kuliah di Makassar. Kalau dikampung yang dilirik hanya orang berada. Pihak kampus juga sangat mendukung mahasiswanya untuk maju,” katanya. Atas serangkaian prestasinya itu, ia mendapatkan beasiswa dari Belanda. Bersama rekannya di Fakultas Pertanian, ia kini tengah meneliti pengembangan gandum di Sulsel.

Selain aktif di kampus, Heri juga aktif di tengah-tengah masyarakat. ” Saya juga adalah Supervisor di Rumah Kepemipinan di Makassar,” katanya. Jelang keberangkatannya ke Singapura, ia meminta doa kepada seluruh masyarakat Luwu agar diberi kesehatan saat menjalani program pertukaran pemuda. ” Di Singapura, sekitar 15 sampai 20 hari,” ujarnya. (adn)