Peserta Tes SKD di Luwu Diperiksa Berlapis, dr Lidia Raih Nilai Tertinggi di Hari Pertama

963
dr Chrysnawati Lidia Ratnasari (tengah) berfoto bersama dua wartawan senior di Luwu usai mengikuti tes SKD dan meraih nilai tertinggi hari pertama.

BELOPA–Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hari pertama resmi diadakan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020). Ratusan pelamar CPNS 2019 mengikuti tes SKD ini, di Gedung Simpurusiang Belopa.

Di hari pertama tes SKD ini, dr Chrysnawati Lidia Ratnasari meraih nilai tertinggi. Dokter yang melamar formasi dokter di Puskesmas Suli ini meraih nilai 410.

Usai mengetahui hasil tesnya tertinggi, dr Lida, begitu dr Chrysnawati Lidia Ratnasari, mengaku bahagia dan senang. Dia mengucap syukur karena bisa meraih nilai tertinggi tes SKD di hari pertama.

“Yang agak susah soalnya terkait wawasan kebangsaan, harus dibaca seksama dan dikerja tidak terburu-buru ditengah terbatasnya waktu,” kata dr Lidia.

Di jajaran Dinas Kesehatan Luwu, dr Lidia cukup dikenal. Dia selama ini mengabdi sebagai tenaga honorer di RSUD Andi Djemma Belopa, termasuk bekerja sebagai dokter di RS Hikmah Sejahtera Belopa dan Klinik Berkah.

“Mudah-mudahan ini alamat baik bagi saya untuk bisa diangkat menjadi PNS,” imbuh dr Lidia.

Di hari pertama tes SKD, panitia pelaksana seleksi CPNS Luwu melakukan pemeriksaan super ketat bagi peserta yang akan mengikuti tes SKD. Pemeriksaan dilakukan secara berlapis hingga 5 tahap. Tahap Pertama pemeriksaan barang sekaligus penitipan barang peserta ke panitia. Setelah itu, peserta
dipersilahkan ke tenda tunggu dan menunggu panggilan ke area registrasi.

Di meja registrasi, panitia memeriksa barcode kartu tes dan mencocokan dengan kartu identitas peserta. Disini panitia juga memeriksa foto dan mencocokan
dengan wajah peserta.

Saat pemeriksaan kartu tes dan data kependudukan ditemukan masalah atau keraguan, panitia registrasi akan mengarahkan peserta untuk melakukan pemeriksaan
sidik jari di meja selanjutnya. Di meja ini telah siap petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan empat unit alat pemeriksaan sidik jari yang berfungsi secara online.

Setelah dinyatakan datanya benar, data di kartu tes sama dengan data kependudukannya peserta selanjutnya dipersilahkan melakukan pemeriksaan badan atau body
check.

Di area body check disiapkan dua jalur, satu jalur untuk laki-laki dan satu jalur untuk perempuan. Petugas menggunakan kaos tangan saat memeriksa badan
peserta.

Ketatnya pemeriksaan body check, hingga seluruh peserta wajib membuka sepatu dan kaos kaki serta perhiasan. Di area body check peserta juga diberikan
stempel di belakang tangan sebagai syarat untuk masuk ke ruang tes setelah melalui pemeriksaan akhir.

Setelah melalui body check, peserta dipersilahkan duduk di tempat dan tunggu yang sudah disiapkan panitia dengan kursi dan tenda, sambil menunggu panggilan
masuk dalam ruang tes.

Sebelum masuk dalam ruang tes, peserta kembali diperiksa tiga petugas kepolisian dari Polres Luwu. Dua petugas Polwan melakukan body check ulang dan satu
petugas memeriksa menggunakan metal detektor.

“Pelaksanaan tes yang dilakukan panitia di Kabupaten Luwu sudah benar dan sesuai SOP. Bahkan daerah lainmelakukan pemeriksaan tambahan, seperti perekaman
data peserta tes sehari sebelum pelaksanaan tes atau ujian,” kata koordinator Tim seleksi CAT BKN Kantor Regional IV Makasar, Jais, yang ikut memantau pelaksaan tes SKD hari pertama di Luwu. (tari)