Polres Sebut 8 TPS di Palopo Sangat Rawan Terjadi Kecurangan

582

PALOPO – Polres Palopo sudah memetakan wilayah yang berpotensi terjadi konflik dan kecurangan saat Pemilu 2019 berlangsung. Hasilnya, dari 449 Tempat Pemungutan Suara (TPS), 8 TPS masuk dalam klasifikasi sangat rawan terjadi konflik dan kecurangan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah saat menggelar silaturahmi dengan ketua-ketua partai politik (Parpol) se-Kota Palopo di Mapolres Palopo, Kamis (14/2/2019) pagi.

“Kedelapan TPS yang masuk klasifikasi sangat rawan antara lain 3 TPS di dalam Lapas Palopo, 2 di Wara Barat, dan 3 di Kelurahan Peta,” ujar AKBP Ardiansyah.

Pemetaan klasifikasi ini berdasarkan dari letak geografis wilayah tersebut. Sehingga dinilai sangat rawan terjadi konflik dan kecurangan.

“Ada TPS di Kelurahan Peta kendaraan roda empat tidak bisa masuk. Untuk menuju kesana, kita hanya bisa menggunakan sepeda motor. Itu pun medannya sulit. Sedang Wara Barat di kilometer 26 dan 27 signal telekomunikasi tidak ada,” jelasnya.

Untuk melakukan pengamanan pemilu 2019, Mantan Kapolres Sinjai itu akan menyiapkan 219 personil dari Polres Palopo. Mereka juga akan dibantu oleh TNI.

“Kami juga akan meminta BKO Brimob sebanyak 1 SSK. Kami juga akan dibackup dari Polda untuk pengamanan pemilu,” bebernya.

Perwira dua melati itu berharap masyarakat Palopo membantu pihak keamanan untuk menciptakan situasi pemilu yang aman, damai, dan sejuk.

“Keamanan Kota Palopo bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri saja. Tapi itu adalah tanggung jawab kita semua untuk mewujudkannya,” pungkasnya. (liq)