Sayonara Premium di Luwu Raya dan Toraja

2049
INFOGRAFIS PROGRAM LANGIT BIRU PT PERTAMINA
ADVERTISEMENT
  • Harga Pertalite Dipangkas Jadi Rp6.850 untuk Kendaraan Non Pelat Hitam

PT Pertamina Region Sulawesi mulai memberlakukan Program Langit Biru atau PLB di wilayah Luwu Raya, Minggu (26/9/2021). Dengan berlakunya program Langit Biru tersebut, Pertamina secara bertahap mulai menghilangkan penjualan premium atau lebih dikenal dengan nama bensin di SPBU. Sayonara Premium.

Kebijakan meniadakan penjualan Premium di SPBU melalui program Langit Biru ini, tidak membebani masyarakat. Sebab, PT Pertamina memberlakukan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite setara dengan harga BBM bersubsidi jenis premium di seluruh SPBU.

ADVERTISEMENT

Tak hanya di Luwu Raya, program Langit Biru juga telah berlaku di dua kabupaten di Toraja, mulai Toraja Utara dan Tana Toraja. Bahkan, sejak Sabtu (25/9/2021) lalu, penyaluran BBM jenis premium di seluruh SPBU sudah dihentikan. Namun, penghapusan BBM jenis Premium untuk beralih ke Pertalite Khusus (PK) di Toraja Utara dan Tana Toraja juga baru berlaku mulai Minggu (26/9/2021), kemarin.

Program Langit Biru dilaksanakan PT Pertamian di seluruh wilayah di Tanah Air. Program ini bertujuan untuk mengendalikan pencemaran udara terutama yang bersumber dari kendaraan dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dengan mengurangi emisi gas buang melalui edukasi dan mengajak masyarakat merasakan pengalaman manfaat menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.

Lewat Program Langit Biru, PT Pertamina mengganti Premium dengan Pertalite khusus sebagai upaya untuk mengurangi polusi. Sehingga, mulai sekarang ini, Premium atau lebih dikenal dengan nama bensin pelan-pelan tidak akan lagi dijumpai dijual di SPBU setelah Program Langit Biru berlaku.

Senior Supervisor Communication and Relation Pertamina Regional Sulawesi, Taufik membenarkan, jika program Langit Biru sudah berlaku di Luwu Raya mulai Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, termasuk Toraja Utara dan Tana Toraja.

Ia menjelaskan, Program Langit Biru merupakan program edukasi agar pengendara menggunakan BBM berkualitas ramah lingkungan khusunya spesifikasi kendaraan terkini. Melalui program ini, pertamina memberikan promo harga pertalite dari Rp7.850 menjadi Rp6.850, atau hampir setara dengan harga premium yakni Rp6.450.

Hanya saja, harga tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, tiga, dan mobil plat kuning. Mobil pribadi dengan plat hitam tetap bisa menggunakan pertalite, namun dengan harga normal.

“Kendaraan tahun 2.000 keatas sudah menuntut sebenarnya menggunakn pertalite. Premium ini sudah lama, sudah dari jaman orde lama-orde baru. Ya kendaraan spesifikasinya waktu itu. Sekarang kita dituntut oleh pabrikan mesin kendaraan, kemudian oleh agen tunggal pemegang merk, itu di buku manualnya tertera kebanyakan motor atau mobil sekarang spesifikasinya minimal RON 90 (pertalite),” beber Taufik.

“Jadi kami pengen masyarakat itu merasakan berkendara menggunakan pertalite dengan memberikan harga lebih hemat Rp1.000 yang sifatnya promo, bukan turun harga. Promo ini ada masa berlakunya,” lanjutnya.

Taufik mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan promo ini. Kata dia, nanti kalau sudah gunakan pertalite akan terasa enakya.

Ditanya apakah pihaknya masih akan menjual premium, Taufik mengaku saat ini masa transisi. Stok premium ditampung di Depot Pertamina di Palopo. Bisa digunakan jika diminta langsung ke kepala daerah.

“Premium itu kita masih ada di depot pertamina di Palopo tersedia. Hanya saja karena kebutuhan masyarakat sekarang, kendaraannya lebih banyak menggunakan pertlite. Konsumsi untuk BBK di Sulsel sekiatr 65 persen. Jadi mayoritas sudah memakai pertalite. Premium tetap disalurkan untuk nelayan. Yang memang secara peraturan distribusi memang diperuntukan untuk nelayan,” terangnya.

Pihaknya tetap mengadakan stok premium di Palopo, hanya saja karena masa promo pertalite jadi menyesuaikan permintaan masyarakat. “Selama masa promo, tidak juga disetop (distribusi premium), kita perhatikan antusiasme masyarakat. Selama masa promo, tanki SPBU kita isi pertalite. Kalau mau premium, silahkan ke kepala daerah,” tandas Taufik. (liq)

ADVERTISEMENT