Pulihlah Negeriku, Empat Kepala Daerah Ajak Bersatu Memerangi Covid-19 di Luwu Raya

109
Empat Kepala Daerah Ajak Bersatu Memerangi Covid-19 di Luwu Raya
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Soekarno sedang memperbaiki pecinya. Dia lihat satu per satu pakaian yang dia kenakan, untuk memastikan tidak ada yang terlupa olehnya. Dia ingin tampil sempurna sebelum tampil membacakan teks proklamasi, 17 Agustus 1945.

Wajar saja sang proklamor ingin tampil sempurna. Sebab, upacara itulah yang mengubah perjalanan Bangsa Indonesia. Bangsa yang sebelumnya harus terjajah di negerinya sendiri, akhirnya merdeka. Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 Soekarno dengan didampingi Mohammad Hatta membacakan teks proklamasi atas nama bangsa Indonesia bertempat di Gedung Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Tepat hari Selasa, 17 Agustus 2021, kemarin, atau 76 tahun setelah pembacaan teks proklamasi, seluruh rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaannya. Termasuk masyarakat dan pemerintah di Luwu Raya mulai Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Namun, perayaan HUT Proklamasi atau Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini, kurang semarak. Tidak meriah akibat pandemi covid-19 yang masih melanda negeri ini. Bahkan bukan hanya tahun uini, sudah dua tahun wabah itu telah menjangkiti sebagian rakyat Indonesia, sehingga perayaan HUT Proklamasi diadakan secara sederhana.

ADVERTISEMENT

Jika dahulu upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi bisa dilakukan di lapangan terbuka dengan dihadiri seluruh instansi Pemerintahan/swasta, TNI-Polri, Perguruan Tinggi dan Sekolah, kini tidak lagi. Upacara bersejarah itu dibatasi pesertanya untuk menghindari terjadinya cluster baru Covid-19.

Pemerintah Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur juga menerapkan hal serupa. Seperti di Palopo, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT RI ke-76 berlangsung khidmat. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Palopo menjalankan tugas dengan lancar dan sukses. Sang Saka Merah Putih berkibar di halaman utama Kantor Walikota Palopo yang megah, Jalan Andi Djemma, Selasa (17/8/2021).

Walikota Palopo, HM Judas Amir, mengatakan, Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT RI ke-76 di Kota Palopo, diadakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti peserta upacara memakai masker, dan tetap menjaga jarak.

Judas Amir juga menyampaikan, peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76 tahun ini, masih diselimuti rasa haru sebab perayaannya sangat berbeda dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya karena pandemi covid-19.

“Pelaksanaan upacara tidak mengurangi nilai nasionalisme kita sebagai anak bangsa. Walaupun masih dalam suasana Pandemi, jangan lunturkan semangat untuk mencintai negeri ini. Cepatlah pulih negeriku,” kata Judas Amir.

Tak jauh berbeda juga terjadi di Kabupaten Luwu. Bupati Luwu, Basmin Mattayang mengajak seluruh masyarakat untuk bangkit melawan Covid-19. Hal itu dia sampaikan saat memimpin upacara pengibaran sang saka Merah Putih di depan Rumah Jabatan Bupati Luwu, (17/8/2021).

“Jadikan Covid-19 ini sebagai pembelajaran, mari kita disiplin, mari kita senantiasa menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas keseharian kita. Sebab, usaha apapun yang dilakukan pemerintah, kalau masyarakat tidak ikut serta membantu dalam hal pembatasan kerumunan, maka tentu capaian kita kedepan tidak akan bisa maksimal,” ujar Basmin.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, H Budiman mengatakan momentum kemerdekaan harus dijadikan spirit membangun Luwu Timur mencegah penularan Covid-19. “Jadi semangat para pejuang, para pahlawan harus kita maknai dan realisasikan dengan kerja-kerja yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya Budiman.

Budiman juga menambahkan bahwa upacara ini merupakan momen bersejarah bagi dirinya secara pribadi, pasalnya, untuk pertama kalinya ia memimpin Upacara HUT RI ke 76 pasca dilantik sebagai Bupati Luwu Timur. “Ini pengalaman dan sejarah bagi hidup saya. di tempat ini saya biasa bermain. Dan Allah SWT berkah saya untuk memimpin daerah ini,” ungkapnya.

Senada dengan tiga Kepala Daerah di Tana Luwu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani juga menekankan kepada warganya agar mewarisi semangat perjuangan pahlawan. Semangat berjuang menghadapi Covid-19. Bedanya, jika dulu para pahlawan mengangkat senjata untuk mengusir penjajah, kali ini, rakyat Indonesia harus menerapkan protokol Kesehatan untuk terhindar dari wabah itu.

“Semangat para pahlawan harusnya kita warisi. Kita juga harus usir Covid-19 dari Bumi Indonesia, seperti para pahlwan kita mengusir penjajah dari Nusantara. Bedanya, kita tidak perlu repot-repot mengangkat senjata, hanya menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas kita,” katanya.

“Semua rindu dengan perayaan kemerdekaan yang meriah, tapi itu sulit terwujud jika kita masih abai mengikuti peraturan Pemerintah. Jangan abai dan lalai, mari berjuang bersama agar pandemi segera berlalu. Cepat pulih negeriku, cepat pulih bangsaku,” pungkasnya. (liq)

ADVERTISEMENT