Rangka Baja Jembatan Latuppa Mulai Dipasang, Proyek Senilai Rp4,6 Miliar Ini Ditarget Rampung Secepatnya

1124
Pengerjaan Jembatan Latuppa yang menghubungkan Kota Palopo dan wilayah Bastem, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulsel, terus digenjot. Saat ini, proyek milik Pemkot Palopo ini sudah memasuki tahap pemasangan rangka baja.
Pengerjaan Jembatan Latuppa yang menghubungkan Kota Palopo dan wilayah Bastem, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulsel, terus digenjot. Saat ini, proyek milik Pemkot Palopo ini sudah memasuki tahap pemasangan rangka baja.

PALOPO–Pengerjaan Jembatan Latuppa yang menghubungkan Kota Palopo dan wilayah Bastem, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulsel, terus digenjot. Saat ini, proyek milik Pemkot Palopo ini sudah memasuki tahap pemasangan rangka baja.

Jembatan Latuppa yang berada di Km 09 Latuppa ini, nyaris ambruk pada pertengahan tahun 2017 lalu. Tiang penyanggah jembatan ini mengalami pergeseran akibat banjir.

Proyek pembangunan jembatan ini ditarget rampung dalam waktu dekat ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Palopo berharap, rekanan menyelesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat segera bisa menggunakannya.

(BACA JUGA): Pererat Silaturahmi, Komunitas Gym dan Senam di Palopo Adakan Bazar di Cafe SeruYA

“Pembangunan jembatan ini adalah salah satu usulan masyarakat dan keberadaannya sangat vital. Makanya kita bangun kembali setelah nyaris roboh tahun 2017 lalu,” kata Kadis PUPR Kota Palopo, Anthonius Dengen.

Sekadar diketahui, jembatan tersebut dibangun menggunakan APBD sebanyak Rp4,6 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT Karya Pribumi Sawerigading. Peletakan batu pertama pada 1 Februari 2018 oleh walikota Palopo saat itu, HM Judas Amir.

(BACA JUGA): Lowongan CPNS 2018 Masih Dimatangkan, Memungkinkan Dibuka Awal Agustus

Jembatan yang menghubungkan Kota Palopo dengan Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu ini dibangun kembali setelah nyaris ambruk diterjang banjir tahun lalu. Jembatan Latuppa di Km 9 Latuppa itu nyaris ambruk diterjang banjir pada 25 Februari 2017.

Bagian tengah jembatan ini retak dan sangat rawan ambruk karena tiangnya mengalami pergeseran bila dilintasi kendaraan roda empat terutama truk. Makanya sebelum ambruk, dibongkar dan dibangun ulang. (asm)