Rencana Pemkot Palopo Tata Kawasan Jalan Lingkar, Akan Bangun Ini…

1517
Inilah kawasan yang akan ditata pemkot Palopo dijadikan pusat perdagangan baru.
ADVERTISEMENT

PALOPO — Pemerintah kota Palopo terus mengupayakan 0 persen kawasan kumuh di kota Palopo. Salah satu yang akan ditata pemkot Palopo adalah kawasan jalan lingkar tepatnya di bagian belakangan Cafe Paris.

Hal itu disampaikan kepada Bappeda, Firmanza pada workshop program Kotaku yang berlangsung di Aula Hotel Harapan Kamis (10/10/2019).

ADVERTISEMENT

Menurut Firmanza, sebagian wilayah pesisir Palopo saat ini masih masuk dalam kategori kawasan kumuh. Secara perlahan akan dituntaskan.

“Tahun depan, kita mau usul ke pusat penanganan kawasan kumuh di belakang cafe Paris. Dananya terbilang besar, sampai seratus miliar,” kata Firmanza dihadapan Tim Leader OSP Kotaku Sulsel, Kalla Manta dan peserta workshop lainnya.

ADVERTISEMENT

Firmanza juga menyebut, kawasan yang di maksud ada persoalan besar di sana. “Ada persoalan besar di situ (belakang cafe Paris). Di kawasan tersebut khususnya sepanjang jalan lingkar, penduduk mulai kavling lahan. Bahkan sudah ada yang mulai membangun,” beber Firman.

Sementara di kawasan itulah, pemerintah berencana membangun pusat perdagangan baru. “Rencana kita buat pasar terapung atau apalah namanya nanti. Apakah ditimbun atau menggantung,” katanya.

Lanjut Firmanza, jika terealisasi, lokasi tersebut nantinya akan dihuni oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang saat ini memadati pinggir jalan lingkar. “Kita pindahkan, jadi tidak menjual di pinggir jalan lagi. Apalagi mereka saat ini sudah menggunakan median jalan juga untuk pembakaran,” jelas Firmanza. “Ini akan menambah icon wisata di kota Palopo nantinya,” tambahnya.

Masih kata Firmanza, pemanfaatan kawasan itu juga sejalan dengan visi pemerintahan HM Judas Amir-Rahmat Masri Bandaso (Juara) yakni terwujudnya kota Palopo sebagai kota maju, inovatif dan berkelanjutan.

Olehnya itu, yang perlu diperhatikan sesuai permintaan walikota dalam pemanfaatan kawasan itu nantinya ialah lingkungan sekitar. “Pak wali mau kawasan itu dibangun agar tidak kumuh dan tidak meresahkan masyarakat sekitar.

Dengan visi itu juga, pemerintah akan membangun kota Palopo menjadi lebih modern dengan beberapa inovasi yang memudahkan masyarakat yang tinggal di Palopo.

“Kebijakan yang diambil kedepan bagaimana memperluas wilayah kita, salah satunya di wilayah pesisir pantai,” tandasnya. (asm)

ADVERTISEMENT