“Saya Hanya Mau Lihat Puteriku” Ratap Martina Rinding, Ibunda Suster Ella Ngaku Sudah Lelah Tunggu Jenazah Anaknya karena Belum Dievakuasi dari Kiwirok

4577
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Martina Rinding, ibu kandung Gabriela Meilani berharap jasad puterinya, Gabriela Meilan bisa segera diterbangkan dari Kabupaten Pegunungan Bintang ke Jayapura, setelah dievakuasi dari dalam jurang, Jumat (17/9/2021) lalu.

Jenazah Suster Ella, begitu Gabriela Meilan akrab disapa, hingga Sabtu (18/9/2021) malam, belum dievakuasi ke Jayapura.

ADVERTISEMENT

Rencananya, jenazah Ella akan diterbangkan tim gabungan TNI dan Polri ke Jayapura dari Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang menggunakan helikopter Caracal milik TNI AU.

Namun evakuasi jenazah Ella batal dilaksanakan karena kendala teknis. Hal ini membuat Martina Rinding kecewa lantaran sudah beberapa hari berharap jenazah puterinya bisa segera dibawa ke Kota Jayapura.

Wanita asal Toraja, Sulsel inI mengungkapkan bahwa tak ada yang ia inginkan, kecuali melihat langsung jenazah putrinya.

Dia mengaku sudah beberapa hari menunggu jenazah puterinya bisa segera dievakuasi ke Jayapura agar bisa disemayamkan di rumahnya

“Tolong, kami sudah terlalu lelah menunggu, terlalu sakit sekali, jadi mohon ada perhatian khusus untuk anak kami, agar sesegera mungkin bisa dievakuasi,” ucap Martina Rinding dikutip KORAN SERUYA dari papuainside.com, Sabtu (18/9/2021).

Ia juga mengaku, sebelum kejadian tersebut tak ada firasat sama sekali yang dialaminya.

“Tidak pernah ada firasat, karena anak saya komunikasi lancar dari atas,” katanya.

Alm Gabriela Meilan berfoto bersama ibu dan ayahnya semasa hidupnya. (Foto Istimewa)

Keinginan Martina Rinding bersama keluarganya segera melihat jenazah Ella masih butuh beberapa hari lagi. Sebab, pihak TNI dan Polri masih menunggu helikopter Caracal milik TNI AU yang mengalami kendala teknis hingga hari Senin mendatang, 20 September.

Hal tersebut diakui Kapenrem 172/PWY Mayor Inf. Dewa Made Dharmawan. Menurut dia, pihaknya belum bisa memastikan kapan evakuasi jenazah suster Ella karena adanya kendala teknis heli yang akan dipakai mengevakuasi jenazah korban.

Mayor Dewa hanya memperkirakan bisa dilakukan evakuasi sekitar hari Senin, 20 September. “Mudah-mudahan hari Senin,” katanya.

Diberitakan media ini sebelumnya, Gabriella Meilani ditemukan meninggal dunia di dalam jurang sedalam 300 meter. Ia dibunuh dengan sadis oleh teroris KKB pimpinan Lamek Taplo, Senin (13/9/2021) lalu.

Kelompok ini secara membabi buta bersama KNPB melakukan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan, pembakaran fasilitas umum termasuk puskesmas di distrik tersebut.

Proses evakuasi jenazah Gabriella dari dalam jurang baru berhasil dilakukan personel gabungan TNI-Polri pada Jumat (17/9/2021).

Evakuasi jasad korban memerlukan waktu sekitar dua jam karena personel TNI harus berjuang keras, karena proses evakuasi diganggu KKB dengan menembaki petugas. (Jun)

ADVERTISEMENT