SERUYA-TV: Tak Sekedar Hobi, Pak Tappi Jual Burung Pinggir Jalan di Terminal Lama Malili, Nonton Videonya

51
Jual beli burung berkicau di Mallili, Luwu Timur
ADVERTISEMENT

LAPORAN: Heri, Malili, Luwu Timur

BURUNG merupakan salah satu hewan peliharan paling diminati saat ini, keindahan bulu, bentuk fisik serta kicauannya tak ayal mampu membuat banyak orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan burung favoritnya.

 

Jika sudah berbicara tentang hobby harga semahal apapun tidak jadi masalah, inilah yang dimanfaatkan oleh para penjual burung untuk bisa menghasilkan banyak kuntungan setiap kali melakukan penjualan, jadi jangan heran jika keuntungan dari berjualan burung ini bisa berkali kali lipat dari harga belinya.

Selain itu komuditi pencinta burung ini sangat luas dan menyasar ke berbagai kalangan usia, mulai dari anak anak, remaja, dan juga dewasa, baik dari golongan kelas atas, ataupun kelas menengah dan bawah. Itulah beberapa alasan kenapa usah jualan burung ini layak dan menjanjikan untuk dikerjakan.

ADVERTISEMENT

Nah, di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Jalan Trans Sulawesi, kawasan Terminal Lama Malili, terdapat penjual aneka burung. Saat melintasi kawasan itu, suara kicau burung saling bersahutan. Ratusan orang lalu lalang, sesekali berhenti dan serius mengamati aneka jenis burung yang berada di dalam sangkar.

Aneka burung dijual di tempat tersebut, surung Perkutut Malaysia, Nuri, Jalak, dan aneka jenis burung lainnya seolah menari dan pamer kicauannya adalah yang terbaik, agar memikat hati para pemburu burung.

Menurut Tappi, penjual burung di Pasar Lama Malili, mengaku sudah lama menggeluti usaha jual beli burung. Selain karena hobi, Tapi mengaku usaha berjualan burung hasilnya cukup menjanjikan. Apalagi minat warga mengoleksi burung kian meningkat. Dengan begitu, dia bisa bergairah melakoni jual beli burung.

Tappi menyebut, beberapa jenis burung dijualnya dengan harga bervariasi. Misalnya, burung Perkutut Malaysia dijual seharga Rp150 ribu per ekor, Bangkok Slow atau jenis perkutut dijual Rp250 ribu, Nuri Rp250 ribu, Poksay Mandarin Rp400 ribu.

Sementara burung jenis Albino Putih Matahari Merah dijual Rp850 ribu beserta sangkar, untuk anakan Jalak Suren dijual dengan harga 500 ribu, sedangkan indukannya dijual Rp1 juta rupiah beserta sangkar.

Nah, bagi Anda pecinta burung, jika kebetulan berada di Kota Malili, Luwu Timur, tak ada salahnya mengunjungi Terminal Lama Malili untuk menyaksikan aneka burung yang diperjualbelikan di tempat itu. Sapa tahu Anda tertarik membeli satu atau dua ekor burung jualan Pak Tappi.

ADVERTISEMENT