SKPP Bawaslu 2021, Palopo dan Lutim Mengikut di Luwu Utara 

84
ADVERTISEMENT

Luwu Utara–Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia melalui Bawaslu Kabupaten Luwu utara kembali mengajak para kader terbaik tanah air khususnya yang berdomisili di Luwu utara untuk mengikuti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tahun 2021.

Menurut penjelasan Ibrahim Umar selaku Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Lutra, bahwa kegitan tersebut sebagai upaya dari Bawaslu memberikan pengetahuan dan wawasan tentang kepemiluan.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan ini targetnya untuk pemilih pemula, dan juga diutamakan yang tidak berpartai artinya yang tidak terlibat dalam partai politik, kemudian kalaupun mereka aktif di OKP atau Ormas itu harus ada izin dari organisasinyanya,” ungkapnya, Selasa (25/5/21) lalu.

Ibrahim melanjutkan “Tidak ada jaminan bahwa setelah mereka selesai mengikuti kegiatan ini apakah akan direkrut menjadi pegawai Bawaslu, bukan di situ intinya tetapi ini lebih kepada perluasan pengetahuan dan wawasan tentang kepemiluan, itu saja poinnya,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh Ibrahim menjelaskan, jika di Sulawesi Selatan hanya 14 Kabupaten yang melaksanakan kegiatan SKPP.

“Dari ke-14 kabupaten itu dibagi 5 titik, nah kita di Luwu Utara ini dapat satu titik yakni titik ke-5, jadi peserta dari kota Palopo dan Kabupaten Luwu timur nanti ke Luwu Utara untuk mengikuti kegiatan SKPP,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

“Untuk kuota peserta Luwu Utara itu belum dirilis, mendaftar saja dulu, karena yang seleksi berkas itu bukan kami tapi langsung oleh Bawaslu RI, pendaftarannya kan online,” ungkap Ibrahim.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu Utara, Muhajirin, mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman politik dan memberikan kesadaran kepada peserta bahwa membangun demokrasi itu bukan hanya ditangan penyelenggara tapi di semua lini sektor masyarakat.

“Kita semua punya peran, bagaimana berpartisipasi menjadi agent of change di tengah masyarakat, memberi pendidikan untuk menghindari politik uang, ujaran kebencian, dan berita hoax, itu point intinya,” pungkas ketua Bawaslu.

(Bayu)

ADVERTISEMENT