PALOPO–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Palopo menggelar workshop peningkatan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran mendalam berbasis digital. Workshop berlangsung selama dua hari, mulai hari Selasa hingga Rabu, 15 hingga 16 September 2026, menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan.

Pada hari pertama, Selasa, 15 September, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu oleh Yosneny Dendang, S.Pd. Dalam pembukaan tersebut, Kepala SMP Negeri 6 Palopo, Sahabuddin, S.Pd., bersama Pengawas Bina, Lukman, S.Pd., turut memberikan sambutan.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai Pembelajaran Digital Interaktif Melalui Pemanfaatan Smart Board atau IFP.

Materi tersebut dipandu oleh moderator Riska, S.Pd., dengan narasumber Dianradika Prasti, S.Kom., M.Kom. Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi interaktif untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Palopo menggelar workshop peningkatan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran mendalam berbasis digital. Workshop berlangsung selama dua hari, mulai hari Selasa hingga Rabu, 15 hingga 16 September 2026, menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan setelah waktu istirahat dan salat dengan sesi praktik dan pendalaman materi Smart Board hingga sore hari.

Sementara itu, pada hari kedua, Rabu, 16 September, peserta mengikuti pelatihan Mendesain Pembelajaran Mendalam untuk Mewujudkan Kelas yang Bermakna dan Menyenangkan.

Materi yang dipandu Yosneny Dendang, S.Pd., tersebut menghadirkan Dr. Hafira Patang, S.S., M.Hum., sebagai narasumber. Pelatihan dilanjutkan dengan sesi kedua pada sore hari sebelum akhirnya seluruh rangkaian workshop ditutup secara resmi.

Kepala SMP Negeri 6 Palopo, Sahabuddin, S.Pd., mengatakan, pelaksanaan workshop dilakukan sebagai bentuk penyesuaian sekolah terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam dunia pendidikan yang kini semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi digital.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Palopo menggelar workshop peningkatan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran mendalam berbasis digital. Workshop berlangsung selama dua hari, mulai hari Selasa hingga Rabu, 15 hingga 16 September 2026, menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan.

Sahabuddin juga menjelaskan, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya dalam proses belajar mengajar.

Ia menilai, pemanfaatan Smart Board atau IFP dapat memberikan banyak manfaat karena dapat digunakan oleh berbagai mata pelajaran. Tak hanya guru, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh personel sekolah, termasuk staf tata usaha.

Menurut Sahabuddin, digitalisasi juga penting dalam pengelolaan administrasi sekolah, seperti pengelolaan data, kepegawaian, persuratan, hingga berbagai layanan administrasi peserta didik.

Ia mencontohkan, proses persuratan kini dapat dilakukan secara digital melalui email maupun aplikasi sehingga lebih praktis dan efisien. “Melalui workshop ini, SMP Negeri 6 Palopo berharap para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif, efektif, serta menyenangkan bagi peserta didik,” kata Sahabuddin.

Sahabuddin menegaskan, perkembangan zaman menuntut seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan.
Dengan demikian, kegiatan workshop ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, tetapi juga mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. (putri)