Soal Pilgub Sulsel 2024, RMS: Tak Mutlak Ketua NasDem Sulsel Diusung Maju Calon Gubernur

89
Rusdi Masse
Rusdi Masse
ADVERTISEMENT

MAKASSAR–Ada pernyataan menarik disampaikan Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) Rusdi Masse Mappasessu terkait Pilgub Sulsel 2024. Politisi yang akrab disapa RMS ini mengaku tak mutlak Ketua NasDem Sulsel maju diusung partainya pada Pilgub Sulsel tahun ini.

“Tidak mutlak kalau bicara Pilgub harus saya yang maju, kalau kita bilang saya sebagai ketua NasDem, saya harus memikirkan infrastruktur partai dan lain-lain, karena kita pikirkan itu makanya ada acara ini. Kita mau dengar (masukan akademisi),” ujar RMS dalam diskusi yang bertajuk “NasDem Mendengar”, di Kantor DPW NasDem Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (15/4/2024) malam.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut disampaikan RMS, seperti dikutip dari detiksulsel.com, usai ditantang oleh sejumlah pakar politik untuk melanjutkan tren positif NasDem Sulsel di Pileg 2024 ke Pilkada nanti.

Dalam kesempatan itu, RMS mengatakan, partainya masih mencari figur tepat calon gubernur (cagub) untuk Pilgub Sulsel 2024. Menariknya, RMS juga mengaku tak akan terpengaruh dengan pujian-pujian sejumlah pihak yang mendorongnya maju. Dia memastikan harus mendengarkan keinginan masyarakat terlebih dahulu sebelum memutuskan siapa calon yang akan diusung di Pilgub Sulsel.

ADVERTISEMENT

“Tabe, mungkin saya berbeda dengan ketua partai atau kader partai lain. Dia suka seperti diskusi kalau dikunci (dipuji untuk maju) dia disanjung, kalau saya berbeda,” katanya.

“Tidak boleh juga walau pun NasDem bisa mengusung sendiri seenaknya kami putuskan di sini tapi tidak mendengarkan seperti apa keinginan masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, masyarakat tak akan memilih calon gubernur yang hanya mengikuti hawa nafsu untuk bertarung. Makanya dia tak ingin gegabah memutuskan sikap di Pilgub Sulsel.

“Jangan kita gegabah memutuskan bahwa misalnya harus si A diputuskan maju Pilgub, bagaimana dia orangnya, terus bagaimana (respons) masyarakat, apakah masyarakat mau menerima. Karena finalnya itu bukan di kita, tapi di masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, dia juga merupakan Ketua DPP NasDem yang harus memikirkan pemenangan secara nasional untuk Pilkada. Belum lagi, dirinya harus memastikan kemenangan DPC NasDem di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Jangan karena bisikan, terus ego, sehingga mengambil keputusan untuk kepentingan diri sendiri. Itulah risikonya menjadi pimpinan sebagai punya tanggungjawab terhadap teman-teman yang lain. Dan kapan itu terjadi pasti korban (pilkada) kabupaten/kota,” tandasnya.

Sebagai informasi, dalam acara NasDem Mendengar tersebut, 3 pakar politik dihadirkan. Mereka adalah akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Prof Firdaus Muhammad, akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Ali Armunarto, dan akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Luhur Priyanto. (***)

ADVERTISEMENT