Sopir Truk Curhat di Sosmed, di Palopo Banyak “Tukang Pajak-pajak Liar”

135
ADVERTISEMENT

PALOPO–Seorang sopir truk yang jadi korban pemalakan jadi viral gegara postingannya di Facebook banyak dishare dan dibicarakan warganet.

Umar (26), nama sopir itu adalah korban kasus pemalakan di Poros Trans Sulawesi, Jalan dr Ratulangi, Salobulo Palopo.

ADVERTISEMENT

Dalam postingannya. dia mengaku, menjadi korban pemalakan pada Kamis (7/1/2021) dinihari lalu. Bukan itu saja, mobilnya juga dilempari batu oleh sekelompok Pemuda.

Saat itu Umar bersama temannya yang juga sopir truk “dipajaki” saat melintas, tapi ia menolak untuk memberi uang.

ADVERTISEMENT

“Waktu itu saya dua mobil bersama teman tepatnya di prapatan lapangan Kodim, tiba-tiba dicegat tiga orang pemuda bonceng tiga, minta uang sama rokok,” katanya, Sabtu (9/1/2021).

Terkait masalah ini, Kapolsek Wara Utara Iptu Patobun S.Pd mengatakan bakal ambil langkah tegas.

“Kita akan selidiki dan akan kita tindaki,” katanya.

Ia mengatakan jika kejadian di kelurahan Salobulo yang dialami Umar itu baru kali ini diketahuinya.

“Sebelumnya, belum pernah ada laporan soal pemalakan di lokasi itu. Baru kali ini saja,” kata dia.

Meski begitu, pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan Polres Palopo untuk menangani persoalan itu agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kisah pemalakan sopir ini kerap terjadi meski di wilayah berbeda di kota Palopo.

Beberapa waktu lalu juga sempat viral di Sosmed, sopir truk yang membuat video rekaman saat-saat ia dipalak kelompok Pemuda yang mengendarai motor di kawasan Purangi Sampoddo, Palopo.

Mobil truk yang dikendarai sang sopir waktu itu masih sementara jalan, dan beberapa kawanan Pemuda bermotor terlihat dalam rekaman itu sedang memepet dan berusaha menghentikan laju kendaraan mobil truk.

Saat sopir berhenti dan menepi, nampak kawanan Pemuda itu langsung kabur ketika mengetahui peristiwa itu direkam menggunakan handphone sang pengemudi truk.

Sementara kisah Umar sebelumnya, ia usai dicegat tiga pemuda, korban melanjutkan perjalanan, sekitar 100 meter, tiba-tiba dicegat lagi oleh sekelompok pemuda yang jumlahnya lebih banyak.

“Lokasinya di dekat lampu merah Salobulo. Waktu itu sekitar 11 orang. Mobil saya dilempari batu sampai tangan saya juga kena,” keluhnya.

Atas kejadian pelemparan itu, Umar mengalami luka pada tangan kanannya dan kaca jendela mobilnya hancur pada sisi kanan.

Sedangkan temannya yang lain, yang menyusul dari belakang juga terkena lemparan pada truknya.

“Kaca mobil teman saya hancur bagian depan karena dilempar,” curhatnya. (*/har)

ADVERTISEMENT