Syukur Bijak Beberkan Alasan Mengapa Tuntutan Pembentukan Luteng Tidak akan Berhenti, Ini Alasannya

3566

PALOPO–Wakil Bupati Luwu sekaligus Ketua Forum Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (Luteng), Syukur Bijak mengatakan, tuntutan pemekaran wilayah Walenrang dan Lamasi (Walmas) menjadi Kabupaten Luteng akan terus bergema dan tidak akan berhenti sampai terwujudnya Luteng.

Syukur Bijak yang akrab disapa SBj menegaskan, tuntutan pemekaran Walmas berbeda dengan pemekaran daerah lainnya di Indonesia. Menurut dia, tidak ada tendensi politik atau kepentingan dibalik aspirasi masyarakat Walmas yang sudah hampir 10 tahun menuntut wilayahnya dimekarkan menjadi Kabupaten Luteng.

“Pemekaran Luteng murni karena kebutuhan,” tegas SBj di hadapan ratusan mahasiswa dan warga Walmas yang berunjukrasa memblokade Trans Sulawesi poros Batusitanduk, Kamis (14/11/2019) malam lalu.

Dikatakan kebutuhan, jelas SBj, karena satu-satunya wilayah di Indonesia yang keberadaannya diapit daerah lain, dimana daerah induknya jauh sehingga pelayanan pemerintah sangat sulit bagi masyarakat. “Inilah alasannya, mengapa kami di Walmas menuntut dimekarkan jadi daerah otonom,” kata SBj.

SBj hanya menginginkan supaya Pemerintah Pusat tidak menutup mata atas aspirasi masyarakat Walmas. Sebab, selama ini masyarakat Walmas yang wilayahnya diapit Kota Palopo dengan daerah induknya Luwu, sudah lama menuntut pemekaran wilayahnya. “Akan terus diperjuangkan, termasuk saya secara pribadi mendukungnya,” kata SBj.

Hanya saja, SBj menginginkan agar perjuangan pemekaran Walmas menjadi Luteng tidak dilakukan dengan cara-cara merugikan masyarakat luas, seperti memblokade Trans Sulawesi sehingga memacetkan transportasi berjam-jam.

“Saya juga tidak menginginkan adanya korban dari aspirasi ini. Sebagai putera Walmas, kita siap berjuang bersama. Tidak ada alasan warga Walmas tidak mendukung,” tegasnya.

Diakui SBj, dirinya telah berkomunikasi dengan Bupati Luwu, Basmin Mattayang agar menyampaikan permasalahan yang diaspirasikan mahasiswa dan masyarakat Walmas ke Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, untuk selanjutnya diteruskan kepada Presiden RI, Joko Widodo.

“Kami sangat menginginkan wilayah Walmas jadi Luteng, karena ini sudah menjadi kabupaten masyarakat Walmas,” tandas SBj. (iys)