Tahun Ini, 1.201 Lampu Tenaga Surya Terangi Desa di Luwu Utara

117

LUTRA – Program Indonesia Terang Pemerintah Republik Indonesia untuk melistriki atau menerangi seluruh desa yang belum terjangkau PLN di Indonesia tentu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Khususnya mereka yang berdomisili di wilayah terpencil.

Tahun ini di Luwu Utara, ada 1.201 unit Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) yang bakal membuat terang-benderang 20 desa yang belum tersentuh listrik.

Sejauh ini sudah ada enam desa yang menerima bantuan LTSHE dengan jumlah 560 unit LTSHE. Enam desa tersebut adalah Desa Bangko Rampi 85 LTSHE, Desa Sassa Baebunta (108), Desa Uraso Mappedeceng (60), Desa Pombakka Malangke Barat (114), Desa Wara’ Malbar (109), dan Desa Waelawi Malbar (84). Masih ada sejumlah desa di Kecamatan Malangke, Tanalili, dan Seko yang akan mendapatkan bantuan serupa dalam waktu dekat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Utara, Suaib Mansur, Ratio Elektrifikasi di Kabupaten Luwu Utara baru mencapai 70 persen. Mengingat ada beberapa wilayah di Luwu Utara yang memang masuk kategori 3T, terpencil, terluar dan terisolir, yang dalam belum terjangkau PLN.

Dengan ratio seperti itu, kata Suaib, Pemda Lutra mengusulkan 1.201 LTSHE untuk beberapa desa. “Rasio elektrifikasi di Luwu Utara berkisar di angka 70%, atau di antara 100 KK masih ada sekitar 30 KK yang belum menikmati listrik,” kata Suaib belum lama ini.

Untuk meningkatkan rasio tersebut, Pemda mengusulkan LTSHE kepada pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM guna memperbesar rasio elektrifikasi di Luwu Utara. “Alhamdulillah, tahun ini ada 1.201 LTSHE kita dapatkan. Dan program ini terus berlanjut tahun depan,” katanya.

Sementara itu, penyalur sekaligus teknisi LTSHE, Yudhi Christanto, menyebutkan, ada beberapa keistimewaan dari LTSHE. Menurut dia, LTSHE dilengkapi dengan panel solar yang ketahannya dibuat sampai 10 tahun ke depan.

“Tidak usah khawatir rusak bila panel ini kena hujan ataupun matahari karena ketahanan panel ini 10 tahun,” sebutnya. Bohlam atau lampu ini juga memiliki tiga tingkatan penerangan yang bisa dikontrol dengan remote.

“Lampu ini kalau terang bisa bertahan 4 jam, kalau setengah terang 6 jam, remang-remang atau redup bisa sampai 24 jam. Di dalamnya juga ada baterai, dan juga ada baterai cadangannya,” terangnya.

Lampu ini, lanjut Yudhi, bergaransi selama 3 tahun. Tidak hanya lampunya, seluruh kabelnya juga bergaransi 3 tahun, dan gratis tanpa dipungut biaya. “Remote dapat mengontrol tingkat penerangan lampu maksimal 5 meter,” ujarnya menambahkan.

Yang membuat LTSHE ini menarik karena bisa dijadikan senter. Juga terdapat kabel yang dilengkapi charger handphone dengan beberapa jenis mata charger handphone. “Charger HP hanya boleh siang, kalau malam tidak bisa,” imbuhnya.

Yang paling penting, kata dia, bantuan ini adalah bantuan hibah dari pemerintah, sehingga tidak boleh diperjualbelikan. “Bantuan ini tidak boleh dijual, dan tidak boleh dikasi orang lain,” tegasnya. (lh/liq)