Tetangga Penjual Gorengan di Rampoang Sudah Jalani Rapid Test, Jubir: Hasilnya Reaktif, Besok Diswab Test di Labkesda

787
Pasien AI saat akan dirujuk dr RSUD Sawerigading Palopo ke Makassar, Rabu (24/6/2020). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

PALOPO–Heboh penjual gorengan yang tinggal di Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo, yang berKTP asal Desa Mulyorejo Sukamaju Luwu Utara, berinisial AI, yang dinyatakan positif Covid-19 kini sudah dirujuk ke Makassar untuk menjalani perawatan intensif, Rabu 24 Juni 2020.

Pihak Gugus Tugas kota Palopo juga sudah melakukan kontrak tracing terhadap 11 orang, terdiri dari 6 anggota keluarga sang penjual gorengan, dan 5 tetangganya.

ADVERTISEMENT

“Sudah dilakukan swab test terhadap 3 anak, 1 istri dan dua ponakan Bapak AI (penjual gorengan), begitu juga dengan 5 tetangga AI, sudah kami Rapid Test. Enam keluarga AI negatif,”  ucap Jubir resmi Pemerintah Kota Palopo bagi penanganan Covid-19, Ishak Iskandar saat dihubungi via telepon, Rabu malam 24 Juni 2020.

Lanjut Jubir, 1 orang tetangga AI dinyatakan reaktif dan ditengarai terpapar Covid-19, yakni perempuan berusia 42 tahun berinisial Sur. Sedangkan, keempat tetangga AI lainnya dinyatakan negatif (non reaktif).

ADVERTISEMENT

“Ibu Sur (42) besok akan kita ambil swab test untuk memastikan apakah dia benar terpapar Covid-19 atau tidak, besok jam 9 pagi di Labkesda Palopo rencananya, untuk sementara dia kita karantina di rumah dengan pengawasan super ketat,” imbuh dokter umum yang mantan Kadis Kesehatan Palopo itu.

Diketahui sebelumnya, pasien berinisial AI (51 tahun), sesuai KTP, adalah warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara.

Namun, sudah hampir setahun terakhir, AI berdomisili di Kota Palopo dan berjualan gorengan di samping salah satu SD di wilayah Rampoang, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palopo, dr Ishak Iskandar, mengatakan, AI dinyatakan positif corona sesuai hasil pemeriksaan TCM atau Tes Cepat Molekuler di RSUD Sawerigading Palopo, Selasa (23/6/2020) kemarin.

Pemeriksaan TCM atau Tes Cepat Molekuler, salah satu cara mendeteksi seseorang terpapar virus corona atau covid-19. Pemeriksaan TCM ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge. Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus ini.

Hasil tes TCM ini dapat diketahui dalam waktu kurang dari dua jam, untuk menentukan pasien positif maupun negatif. Saat ini, mesin pemeriksaan tes TCM ini sudah terdapat di RSUD Sawerigading Palopo. Dengan pemeriksaan TCM ini tidak perlu melakukan pemeriksaan spesimen ke laboratorium seperti PCR.

Bermula saat AI mengalami sesak nafas dan panas tinggi sehingga dibawa ke UGD RSUD Sawerigading Palopo. Tim medis yang merawat pasien ini memeriksa kondisi pasien menggunakan alat TCM untuk deteksi covid-19 karena pasien memiliki gejala mirip Corona. Hasil pemeriksaan TCM pasien AI positif.

Diduga kuat, AI terpapar covid-19 saat pulang kampung ke Sukamaju, Luwu Utara pada tanggal 1 Juni 2020 lalu. Di kampungnya itu, ia nginap selama 3 hari.

AI mulai merasakan demam dan sesak nafas pada tanggal 12 Juni lalu.

Tiga hari sejak saat itu (baca: mulai terpapar), menurut pengakuan AI kepada Koran Seruya dan Gugus Tugas, jika ia sudah tidak pernah keluar rumah lagi.

Celakanya, seorang perempuan tetangga AI yang sering jalan-jalan ke rumah AI kini dinyatakan reaktif Covid-19 hasil dari rapid test, siang tadi.

Dengan kejadian itu, kini sudah 3 tambahan kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 di kota Palopo, kota yang awalnya dianggap “steril” dari penyebaran coronavirus diseases dengan kedisiplinan warganya dan ketatnya aturan yang dibuat pemerintah setempat.(iys)

ADVERTISEMENT