Tim Pencari Fakta Meneg PP dan PA dan Bareskim Tiba di Luwu Timur, Plt Gubernur Sulsel: Usut Tuntas Kasus Dugaan Tiga Anak Diperkosa Bapaknya

117
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Sebanyak lima orang tim pencari fakta dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP & PA) tiba di Luwu Timur, Minggu (10/10/2021).

Setibanya di Luwu Timur, Sulsel, tim pencari fakta langsung menuju ke Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Luwu Timur. Mereka langsung melakukan pertemuan dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Luwu Timur.

Dalam kunjungannya itu, mereka akan melakukan Asesmen lanjutan atas penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Luwu Timur.

Kasus dugaan pemerkosaan tiga anak ini, yang dilaporkan ibu tiga korban, viral di media sosial. Terlapor kasus ini ayah kandung tiga anak itu. Kasus ini sudah ditangani penyidik Polres Luwu Timur pada tahun 2019 lalu, namun dihentikan penyelidikannya karena tidak cukup bukti.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri juga mengerahkan Tim Asistensi ke Luwu Timur. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, pengerahan Tim Asistensi Bareskrim Polri ini untuk memberikan pendampingan kepada Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan terkait proses hukum kasus dugaan rudapaksa tersebut.

“Hari ini (Sabtu) Tim Asistensi Wasidik Bareskrim yang dipimpin seorang perwira berpangkat kombes dan tim berangkat ke Polda Sulsel,” kata Argo.

Argo menjelaskan Tim Asistensi Bareskrim Polri tersebut bakal bekerja secara profesional. Bahkan, apabila nanti ditemukan bukti baru, maka polisi bakal kembali membuka perkara tersebut.

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, ikut angkat suara menyikapi viralnya kasus tersebut. Dia meminta agar kasus dugaan asusila yang menimpa tiga anak oleh ayah kandungnya sendiri di Kabupaten Luwu Timur diusut secara tuntas.

Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Minggu (10/10/2021) mengatakan, jika benar adanya, ini di luar batas dan tidak rasional sehingga sepatutnya menjadi perhatian serius. “Tidak rasional, tim akan turun untuk melihat faktanya,” ucap Andi Sudirman.

Ia mengaku tim akan koordinasi dengan kepolisian untuk secara bersama sama melakukan penyelidikan kembali terkait kasus ini.

Apalag kata Andi Sudirman, pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini pernah terdengar 2019 lalu dan muncul kembali, jadi perlu usut tuntas kebenarannya.
“Kita beri kesempatan kepada teman-teman APH (aparat penegak hukum) dan yim untuk bekerja bersama dan selidiki. Perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh sesuai prosedur dan ungkap kasus ini dengan sebenar-benarnya,” ujarnya.

Andi Sudirman mengatakan telah meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3A Dalduk KB) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk berkoordinasi dengan Pemkab Lutim. (rah)

ADVERTISEMENT