Juru bicara Calon Walikota Palopo Nomor Urut 2, Akhmad Syarifuddin Daud atau akrab disapa Ome, Sharma Hadeyang, secara tegas menyatakan, Ome tidak pernah kabur untuk menghindari pemanggilan dari Sentra Gabungan Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Palopo.
Juru bicara Calon Walikota Palopo Nomor Urut 2, Akhmad Syarifuddin Daud atau akrab disapa Ome, Sharma Hadeyang, secara tegas menyatakan, Ome tidak pernah kabur untuk menghindari pemanggilan dari Sentra Gabungan Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Palopo.

PALOPO– Juru bicara Calon Walikota Palopo Nomor Urut 2, Akhmad Syarifuddin Daud atau akrab disapa Ome, Sharma Hadeyang, secara tegas menyatakan, Ome tidak pernah kabur untuk menghindari pemanggilan dari Sentra Gabungan Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Palopo.

“Tadi malam, Beliau berada di Rampoang bersama saya menjumpai masyarakat. Jadi, isu selama ini yang menyebut Ome kabur itu tidak benar,” kata Sharma saat menggelar jumpa pers di Posko Pemenangan Ome-BISA, di Jalan Kartini, Kota Palopo, Senin (14/5/2018).

Sharma mengadakan jumpa pers untuk menjawab isu yang beredar di media sosial (Medsos), terutama facebook yang menyatakan, Ome kabur dari panggilan Gakumdu Palopo, terkait laporan obat kadaluarsa beredar di Palopo.

Menurut Sharma, beberapa hari sebelumnya, Ome terbang ke Riau dalam rangka Rapat Kerja Nasional (rakernas) Partai Hanura.

Saat ini, Gakumdu Palopo tengah melakukan pemeriksaan terkait video pertemuan Ome dengan warga Batupasi yang menyebut obat yang disalurkan ke Puskesmas hampir kedaluarsa.

Sharma meminta kepada Gakumdu agar bersikap profesional dalam menyikapi bentuk laporan dari pihak manapun. “Jangan memutuskan sesuatu dari satu sudut padang saja. Tetapi lihatlah dari bukti-bukti pendukung,” tegasnya.

Terkait pemanggilan Ome dari Gakkumdu, Sharma menyatakan dirinya belum pernah melihat surat pemanggilan. (liq/adn)