1 Positif Covid-19 di Lutra, Begini Komentar Menohok Arsyad Kasmar

1021
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA–Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel telah merilis data kekinian perkembangan penyakit tersebut, dimana dua kabupaten di Tana Luwu yakni Luwu Utara dan Luwu, per tanggal 25 April 2020, hari Jumat petang, kemarin, resmi memiliki kasus positif Covid-19 terbaru.

Dua santri di dua kabupaten tersebut, yang baru pulang studi dari salahsatu pondok pesantren di Jawa Timur, dikabarkan positif Covid-19 usai pemeriksaan menggunakan metoda PCR atau swab test di BBLK Makassar, yang hasilnya telah diketahui Jumat pagi tetapi baru diumumkan pada sore harinya oleh Gugus Tugas Luwu Utara.

ADVERTISEMENT

Tokoh Luwu Utara, H Arsyad Kasmar merasa miris dan ikut prihatin atas kabar kurang enak tersebut.

Lewat sambungan telepon, Ketua DPC Gerindra Luwu Utara itu menyampaikan keprihatinannya, terlebih lagi, banyak kabar simpang siur soal warga Lutra yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) itu ikut beredar di kalangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Sebagai bagian dari masyarakat Luwu Utara, meskipun sedang berada di ibukota, saya tentu patut merasa waswas jika di kampung saya sendiri ternyata sudah ada yang positif (Covid-19), kita berharap banyak agar pemerintah bergerak cepat, supaya peluang bagi penyebaran virus corona ini kepada orang yang masih sehat bisa kita cegah,” ungkap Arsyad, Sabtu dini hari (25/4).

Arsyad juga mengkritisi keterbukaan informasi dari pihak pemerintah atas merebaknya Covid-19.

ADVERTISEMENT

Ia menilai, pemerintah belum sepenuh hati membuka data dan transparan soal penyebaran pandemi ini, agar rakyat bisa merasa tenang dan tidak menimbulkan interpretasi atau penafsiran sendiri-sendiri di kalangan masyarakat.

“Apa susahnya sih masyarakat kita diberi data dan pengertian, berikan penjelasan pada mereka, jika Covid-19 itu bukanlah aib, bukan penyakit memalukan, sehingga ketika ada data yang diberikan, masyarakat bisa merasa lebih tenang, tidak saling tuduh menuduh, sebab kalau tidak ada data valid dari pemerintah, yang terjadi di tingkat bawah hanya menerka-nerka, dan biasanya inilah yang kemudian menyebabkan hoaks (berita bohong) banyak beredar di tengah masyarakat, karena tidak ada kejelasan dan keterbukaan data, misalnya siapa yang terkena, dimana terkena, dan sebagainya,” urai H Arsyad Kasmar yang ditengah kesibukannya mempersiapkan diri dan partai yang dipimpinnya untuk maju di Pilkada Luwu Utara, bersama tokoh Hanura, Andi Sukma.

Arsyad menutup perbincangannya via telepon dengan Koran Seruya, lewat ajakan bagi masyarakat Luwu Utara untuk selalu hidup disiplin, selalu menjaga jarak (physically distancing), memakai masker, mencuci tangan dan banyak bermunajat kepada Allah agar pandemi Covid-19 ini bisa cepat berakhir, apalagi umat Muslim di seluruh dunia sedang berada di bulan suci Ramadan, yang penuh berkah dan ampunan. (iys)

ADVERTISEMENT