Kian Meluas, Kini 3 Lagi Provinsi Pendatang Baru Terdampak Corona, IDI Meralat Lima Dokter Wafat Akibat Covid-19, Bukan 6 Orang

275
Ilustrasi
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA–Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengklarifikasi bahwa penyebab kematian dr Toni Daniel Silitonga tidak disebabkan oleh Covid-19. Hal ini disampaikan IDI lewat surat klarifikasi yang dipublikasikan di akun Instagram IDI.

Sebelumnya, dr Daniel disebut menjadi salah satu dokter yang meninggal akibat Covid-19 bersama dengan lima dokter lain. Kelima dokter tersebut masing-masing yakni, Hadio Ali, Djoko Judodjoko, Laurentius, Adi Mirsaputra, dan Ucok Martin.

“Adalah benar, dr. Toni Daniel Silitonga dalam wafatnya bukan disebabkan langsung oleh Covid-19…Beliau berpulang dikarenakan kelelahan dan adanya serangan jantung,” jelas Ketua umum PB-IDI dr. Daeng M. Faqih, seperti tertulis dalam keterangan akun Instagram IDI, dilansir CNN Indonesia.

Lebih lanjut, IDI menyebut kalau dr Toni adalah Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Bandung Barat.

ADVERTISEMENT

Pada hari-hari terakhir dr. Toni, ia pun bertugas dalam satuan tugas (satgas) Tim Penangulangan Covid-19 di wilayah Bandung Barat.

Sebelumnya, lewat akun Instagram yang sama, IDI menyatakan terdapat enam dokter yang meninggal diduga akibat Covid-19. Meski demikian, Sekretaris Jenderal IDI, Adib Khumaidi, belum bisa memastikan jika semua dokter yang meninggal tersebut karena positif terinfeksi penyakit Covid-19.

ADVERTISEMENT

Namun, dia memastikan beberapa dari enam dokter itu memang dinyatakan positif melalui hasil pemeriksaan swab di laboratorium. “Dikonfirmasikan memang dari gejala dan kliniknya memang dia terduga PDP, daripada Covid-19,” kata Adib kepada CNNIndonesia.com, Minggu (22/3).

Ia menjelaskan, salah satu faktor lain yang menjadi sebab kematian enam dokter IDI diduga karena jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang minim. Oleh karena itu, ia khawatir hal serupa bisa terjadi pada dokter atau tenaga medis lain di rumah sakit yang menangani pasien corona.

Adib mengatakan kekurangan jumlah APD saat ini disebabkan karena stoknya yang menipis. Padahal, sejumlah rumah sakit sudah mengalokasikan dana untuk menyediakan fasilitas medis tersebut.

Menurut dia, kelangkaan APD itu saat ini hampir terjadi di semua rumah sakit. Kondisi itu yang kata Adib mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, ia berharap kepada pemerintah agar persoalan tersebut bisa teratasi. Masalahnya, kata dia, meski bukan rumah sakit rujukan, para tenaga medis di rumah sakit yang minim APD itu boleh jadi telah berhadapan dengan pasien yang positif meski belum dinyatakan langsung.

3 Provinsi Baru Terdampak Corona, Mana Saja?

Tercatat dalam laman resmi Pemerintah RI terkait Covid-19, yakni di https://www.covid19.go.id/ yang dilihat Koran Seruya, 23 Maret pukul 1.25 Wita, dini hari ini menunjukkan bahwa sudah ada sedikitnya 20 provinsi di negeri ini yang warganya terkulai akibat Covid-19. Dan terdapat 3 penambahan provinsi baru.

Ketiga provinsi baru itu ialah Maluku (1 kasus), Kalimantan Selatan (1) dan Papua (2).

Sementara total orang yang terpapar virus Corona, hingga hari ini Senin dini hari, 4.28 Wita, totalnya mencapai 514 orang dengan penambahan 64 kasus baru.

Dari laman web itu, disebutkan juga jika jumlah yang meninggal dunia terus bertambah yakni 48 orang atau bertambah 10 orang korban dalam satu hari kemarin, dan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 29 orang (atau bertambah 9 pasien sembuh).

Kasus baru, untuk data hingga Minggu sore (22/3) sesuai Jumpa Pers Tim Gugus Tugas RI, lewat Jubirnya Achmad Yurianto, disebutkan jika provinsi yang paling besar/banyak masih dipegang oleh DKI Jakarta (40 kasus baru), menyusul Jawa Timur (15) dan Jawa Barat (4) serta Banten (4).

Berikut peta persebaran per Provinsi yang dirangkum ulang Koran Seruya berdasarkan data dari laman covid19.go.id, berikut ini:

(iys)

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes: 021-5210411 atau kontak ke nomor 0812-1212-3119.

Untuk kota Palopo Hub. DINKES PSC 119 JA: 0471-21531 atau HOTLINE: 085 241 855 036
Untuk Luwu Utara: DINKES: 0813-4264-8399 dan Call Center PSC 119 di 085 226 046 119

ADVERTISEMENT