40 Orang Ikuti Diklat Cakep, Sekda Palopo : Jadilah Kepsek yang Profesional, Kreatif dan Inovatif

69
ADVERTISEMENT

PALOPO — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palopo menggelar pelatihan dan pendidikan (Diklat) calon kepala sekolah TA 2021 di ruang pertemuan Ratona Kantor Walikota Palopo, Senin (27/9/2021). Diklat Cakep ini bekerjasama dengan Lembaga penjaminan mutu pendidikan sulsel (LPMP) dan Lembaga dan pemberdayaan kepala sekolah dan pengawas sekolah (LPPKSPS).

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, BKPSDM, Abdul Rahman dalam laporannya mengetakan jumlah peserta diklat ialah 40 orang. Para peserta ialah mereka yang lolos seleksi subtansi Cakep yang digelar beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

“Sasaran Diklat Cakep ialah calon Kepala Sekolah mulai dari jenjang SD dan SMP yang telah dinyatakan lulus dari seleksi subtansi. 40 Peserta ini berasal dari 35 peserta Kepala Sekolah jenjang SD dan 5 dari jenjang SMP. 16 peserta laki-laki dan 24 perempuan yang terdiri dari tujuh orang golongan IV/b, 10 orang golongan IV/a, 13 orang golongan III/d, dan 10 orang golongan UU/c,” jelas Abdul Rahman.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Abdul Halim Muharram mengatakan Kepala Sekolah ialah komponen yang penting dalam dunia pendidikan. Sebab, mereka yang menagawal kebijakan pusat dan daerah ke sekolah.

“Kepala Sekolah ialah manager di satuan pendidikan. Sebab, dia yang akan mengawal kebijakan daerah dan pusat hingga ke sekolah. Untuk itu, lakukan diklat ini dengan sungguh-sungguh. Jangan kecewakan orang yang membuat anda telah hadir disini. Manfaatkan dengan baik setiap peluang yang ada, sebab, peluang tidak datang dua kali,” pesan Abdul Halim Muharram.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palopo, Firmanzah DP meminta peserta untuk melakukan diklat dengan sungguh-sungguh. Mewakili Walikota Palopo, HM Judas Amir, Firmanzah juga membuka diklat cakep itu dengan resmi.

“Agar dalam pelakasanaan kegiatan ini, dapat menghadirkan kepala sekolah yang professional, kreatif, dan inovatif, dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan, sebab tantangan kerja dimasa depan dalam bidang apapun, akan semakin berat terlebih dalam bidang pendidikan,” kata Firmanzah. (hwn/liq)

ADVERTISEMENT