437 Warga Luwu Timur Ikuti Rapid Test Massal, 37 Diantaranya Reaktif

89
ADVERTISEMENT

MALILI – Sebanyak 37 dari 437 warga yang mengikuti rapid tes massal di 10 puskesmas di Kabupaten Luwu Timur, dinyatakan reaktif Covid-19.

Hal tersebut, dikatakan oleh Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Luwu Timur, Muhammad Zabur, kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Dia menyebutkan, jika rapid test tersebut digelar di 10 puskesmas se-Lutim sudah melakukan rapid test massal gratis, yakni Puskesmas Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena, Angkona, Malili, Lakawali, dan Nuha.

“Total masyarakat yang sudah melakukan Rapid Tes di Puskesmas ialah 437 orang dimana terdapat 37 yang reaktif,” kata Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Luwu Timur, Muhammad Zabur, kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

ADVERTISEMENT

Dia merincikan bahwa pada 1 Juni 2020, Kecamatan Malili melayani 37 orang. Pada 2 Juni 2020, Puskesmas Mangkutana melayani 27 orang dan Angkona melayani 17 orang.

Kemudian, Puskesmas Parumpanai melayani 64 orang, dan Nuha melayani 18 orang, dengan total 163 rapid test, 6 dinyatakan reaktif.

ADVERTISEMENT

Sementara pada 3 Juni 2020, Puskesmas Burau melayani 23 orang, Wotu melayani 37 orang, Tomoni melayani 3 orang, Tomoni Timur melayani 6 orang, Mangkutana melayani 19 orang.

Kemudian, Kalaena melayani 12 orang, Angkona melayani 13 orang, Malili melayani 80 orang, Lakawali melayani 4 orang, dan Nuha melayani 77 orang, dengan total pemakaian alat rapid test sebanyak 274, yang 31 di antaranya dinyatakan reaktif.

“Sekali lagi kami tegaskan, bagi masyarakat yang membutuhkan layanan rapid test, silakan datang ke puskesmas masing-masing sesuai jadwal yang ditentukan oleh pihak PKM, namun diprioritaskan bagi yang urgen atau sangat membutuhkan, seperti ingin bepergian untuk pendidikan, bepergian untuk kembali bekerja, bepergian untuk melayat atau berduka, dan bepergian untuk berobat,” tegas Zabur.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu Timur ini juga menjelaskan bahwa kemarin pihaknya menaikkan tensi rapid test-nya dan meminta semua puskesmas mengetes ibu hamil.

“Kenapa ibu hamil? Karena kami menilai ibu hamil perlu diperhatikan, mereka rentan terpapar, makanya perlu di-rapid dan semuanya ini gratis,” kata Zabur.

Lebih lanjut, Zabur menjelaskan, rapid test ini digelar setelah Tim GTPPC Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menginstruksikan kepada semua puskesmas se-Lutim untuk menggelar rapid test massal gratis mulai tanggal 02 Juni 2020, untuk masyarakat yang membutuhkan surat keterangan sehat.

“Jadi, sejak instruksi itu keluar, sudah ada beberapa puskesmas menggelar rapid test massal kemarin Selasa (2/6), seperti Puskesmas Mangkutana, Angkona, Parumpanai, dan Nuha,” ungkap Zabur. (Ikp/Sya)

ADVERTISEMENT