Tim Verifikasi Nasional Kagum dengan Perpustakaan Tudang Sipulung Luwu Timur

163

LUTIM – Sekretaris Daerah Luwu Timur, H. Basri Suli didampingi Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Luwu Timur, Satri menerima tim verifikasi Nasional lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2019, di halaman Kantor Desa Puncak Indah Malili, Senin (29/07/2019). Perpustakaan Desa Puncak Indah, Tudang Sipulung, Kecamatan Malili mewakili Sulsel pada lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat Nasional.

Rombongan Tim Verifikasi Nasional Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Nasional dipimpin Supriyanto , didampingi Ketua Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI), Trini Hariyanti dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Moh. Hasan.

Supriyanto kagum dengan Perpustakaan Tudang Sipulung. “Semoga keunggulan komperatif dan kompetitif perpustakaan desa ini memenuhi syarat dan indikator penilaian sehingga bisa menjadi yang terbaik,” kata Suprayitno.

Saat ini, Perpustakaan Desa Tudang Sipulung patut berbangga. Pasalnya, Perpustakaan Desa ini telah masuk enam besar klaster A. Ada empat perpustakaan desa di Jawa, 1 perpustakaan Desa di Provinsi Bali dan 1 lagi di Sulawesi Selatan tepatnya di Luwu Timur Perpustakaan Desa Tudang Sipulung.

“Jadi secara umum, perpustakaan desa ini sudah masuk juara enam. Kita berharap hasil penilaian nantinya bisa lebih baik,” tambahnya.

Staf Ahli Pimpinan Perpustakaan Nasional RI ini juga mengatakan, secara umum, ada dua komponen penilaian yang utama, pertama komponen dasar pengembangan perpustakaan yang didukung penuh selaku stakehokder terkait, baik kades, pustakawan hingga Bupati. Kemudian komponen kedua menyangkut inovasi dan kreatifitas pengembangan perpustakaan.

Sementara itu Bahri Suli mengatakan, pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Luwu Timur. Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat dilakukan dengan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga kependidikan dan pengembangan sistem pendidikan termasuk sarana penunjang seperti pemanfaatan perpustakaan.

“Saat ini, sudah terdapat 124 perpustakaan desa dan tiga perpustakaan kelurahan. Semua perpustakaan ini secara bertahap akan terus dikembangkan agar menjadi sarana yang baik bagi masyarakat untuk menumbuhkan minat baca,” jelasnya.

Sekda juga berharap dukungan semua pihak agar perpustakaan yang ada di Luwu Timur dapat bersinergi, menyatukan persepsi dalam meningkatkan kualitas SDM sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang merata.

“Saya sangat berharap penilaian ini akan memberikan kemajuan yang positif bagi pengelolaan perpustakaan di Luwu Timur,” tutupnya. (ikp/kominfo)