Husler Minta Peringatan HPRL Dijadikan Sebagai Pembangkit Semangat Bangun Tana Luwu

132
Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler

MALILI-Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler mengajak seluruh Wija To Luwu ajar menjadikan momentum peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL), sebagai sumber inspirasi dan pembangkit motivasi membangun Tana Luwu menuju masyarakat yang sejahtera dan bermartabat.

Serta berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Wija To Luwu. Sebab katanya, HPRL merupakan sebuah bagian dari perjalanan panjang sejarah Kedatuan Luwu dan penghormatan atas jasa patriotisme para pejuang Tana Luwu.

Hal tersebut, dikatakan Husler saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan HPRL yang dipusatkan di Malili, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (23/1/2020).

“Rebba sipatokkong, mali siparappe, sirui menre’ tessirui nok, malilu sipakainge, maingeppi mupaja yang berarti, rebah saling menegakkan, hanyut saling mendamparkan, saling menarik ke atas dan tidak saling menekan kebawah, terlupa saling mengingatkan, dan jangan berhenti untuk saling mengingatkan,” jelas Husler.

Pepatah bugis ini, kata Husler, juga bermakna kita harus bersinergi, saling membantu menghadapi berbagai hambatan dan rintangan serta saling mengingatkan untuk kebaikan. Jika semua itu kita jalankan maka akan terwujud masyarakat yang aman dan sejahtera.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengatakan, Tana Luwu dengan segala potensi baik itu sumber daya alam seperti pertambangan, jasa, pariwisata hingga sektor pertanian. Semua ini menjadi penyangga utama perekonomian di Sulawesi Selatan.

“Kita semua harus bangkit, bekerjasama, dan berkarya untuk kemajuan Tana Luwu. Sektor perekonomian harus tumbuh secara berkualitas dimana pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan tingkat kemiskinan dan memperkecil kesenjangan,” tutupnya.

Peringatan Hari Perlawanan ini juga ditandai dengan penyerahan Kendaraan Oprasional Desa, Mobil Jenazah, Bus Sekolah dan kendaraan operasional Roda Dua buat Polres Luwu Timur.

Acara ini juga disemarakkan dengan pertunjukan tarian kolosal Opu Daeng Risaju yang melibatkan seratus penari yang dibawakan oleh para pelajar Luwu Timur. (hms/Sya)