Jaga Pilkada Bermartabat, Husler dan Ibas Sama-sama Inginkan Lutim Damai

218
Edisi cetak KORAN SERUYA tanggal 22 Januari 2020

Warga Luwu Timur (Lutim) akan menggunakan hak pilih untuk menentukan Bupati dan Wakil Bupati Lutim berikutnya pada tanggal 23 September 2020. Pesta demokrasi lima tahunan di ‘Bumi Batara Guru’ ini sangat diharapkan berlangsung damai, aman, tertib, dan martabat.

Tensi politik di Lutim jelang ‘coblos langsung’ mulai menghangat. Para pendukung dan simpatisan kandidat yang akan maju Pilkada mulai menggarap dukungan masyarakat. Atribut Pilkada telah menghiasi berbagai lokasi strategis, tak terkecuali posko relawan juga sudah menjamur di permukiman warga.

Suhu politik menghangat jelang Pilkada sangat wajar, mengingat masing-masing kandidat ingin memenangkan pertandingan. Para tim sama-sama berjuang agar pada hari pemilihan nanti, yakni 23 September 2020, masyarakat menjatuhkan pilihan kepada jagoan mereka.

Berbagai macam cara dilakukan. Baik dengan cara memoles kandidat agar dicintai masyarakat. Menyusun visi misi yang sedemikian ciamik. Hingga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat sebagai juru kampanye agar bisa memengaruhi emosi pemilih.

Ironisnya, cara-cara kurang apik kadang dilakukan oleh para tim sukses demi meraih kemenangan. Mulai menyebarkan berita-berita hoaks tentang lawan politik hingga melempar isu-isu berbau sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Termasuk, menghalalkan praktik money politics atau politik uang.

Inilah tiga tantangan terbesar yang akan dihadapi masyarakat jelang pilkada serentak 2020, termasuk masyarakat Lutim. Semua pihak terkait patut mendukung dan senantiasa menyuarakan Pilkada damai.Semua pihak mesti berharap bahwa pilkada serentak berjalan aman dan damai.

Dua kandidat yang santer bakal jadi rivalitas pada perhelatan Pilkada Lutim ini, yakni Bupati dan Wakil Bupati Lutim, HM Thoriq Husler dan Irwan Bachry Syam, sangat menyadari hal tersebut. Jauh-jauh hari, keduanya telah menyuarakan Pilkada damai. Pesan Pilkada damai selalu disuarakan dua tokoh sentral Pilkada Lutim ini setiap bertemu tim, pendukung, dan relawan.

“Pilkada damai menjadi agenda utama yang harus kita jaga bersama,” begitu pesan HM Thoriq Husler, dalam berbagai kesempatan mengadakan silaturahmi dan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat di daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia ini.

Misalnya, saat mengadakan silaturahmi bersama ribuan warga Desa Wasuponda, Kecamatan Wasuponda, Minggu (12/1/2020) lalu, Husler mengajak warga tidak melakukan kampanye hitam untuk menjelek-jelekkan calon lain yang ikut berkompetisi pada Pilkada Lutim 2020.

“Kita cari dukungan dan simpati masyarakat dengan cara tidak menjelek-jelekkan calon lain. Dengan tidak melakukan kampanye hitam, kita akan memenangkan Pilkada secara terhormat,” ujar Husler yang akan nyalon sebagai incumbent.

Dalam pertemuan tersebut, Husler meminta restu untuk kembali maju sebagai calon bupati dari para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan berbagai lapisan masyarakat, termasuk relawan MTH. Silaturahmi tersebut juga dirangkaikan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan masyarakat Wasuponda.

Dikatakan Husler, Pilkada 2020 yang akan digelar serentak tanggal 23 September 2020 mendatang, sangat diharapkan berlangsung damai, aman, tertib, dan bermartabat. Untuk itu, dia berpesan agar masyarakat, terutama timnya, pendukung dan relawan ikut menciptakan suasana Pilkada damai tanpa menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

“Pilkada yang damai itu yang gembira, tanpa tekanan kemudian suasananya menggembirakan dan tidak mencekam. Kemudian Pilkada yang damai ini prasyaratnya adalah kampanye hitam dikurangi. Jangan lakukan kampanye hitam karena akan merusak tatanan demokrasi,” pesan Husler.

Husler meminta khusus kepada tim sampai pendukungnya menjual visi misi dan program MTH– Muh Thoriq Husler–, bukan menyebarkan hoaks dan melakukan kampanye hitam. Hal ini penting untuk memberikan pendidikan politik yang baik serta kampanye yang gembira bagi masyarakat. “Harapannya, supaya kampanye-kampanye yang mendidik, gembira dan tidak mencekam,” katanya.

Ditegaskan Husler, sebagai incumbent, dia siap mengawal jalannya Pilkada Lutim secara damai, aman, tertib, dan bermartabat. “Sebab, saya tidak menginginkan Lutim rusuh, masyarakat terpecah belah dan terkotak-kotak. Kita inginkan menang secara terhormat dan bermartabat,” tegas Husler.

Pesan Pilkada damai juga selalu disuarakan Ibas, sapaan karib Irwan Bachry Syam. Selaku calon penantang incumbent, Ibas mengajak semua elemen masyarakat, termasuk para kandidat dan timnya untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan Pilkada damai. “Semua Pihak mari komitmen lawal Pilkada damai di Lutim,” ujar
Ibas, Senin (20/1/2020) kepada media ini, di Malili.

Menurut Ketua Partai Nasdem Lutim ini, Pilkada merupakan ikhtiar demokratis untuk memilih pemimpin yang qualified. Pelibatan setiap warga negara yang berhak dengan sistem one man one vote, menunjukkan bahwa pilkada memberikan penghargaan dan peluang sama kepada setiap pemilih untuk berpartisipasi dalam menentukan calon pemimpin.

“Semua pihak mesti berharap bahwa Pilkada serentak berjalan aman dan damai. Termasuk saya sangat menginginkannya, sehingga dalam setiap pertemuan dan silaturahmi bersama masyarakat, saya tidak henti-hentinya berpesan untuk menciptakan Pilkada damai,” ujar Ibas.

Menurut Ibas, semangat menebarkan keamanan dan kedamaian dalam setiap situasi, khususnya saat Pilkada, merupakan wujud rasa cinta dan bangga sebagai warga. “Ini juga menjadi tanggungjawab calon dan para tim serta relawannya,” katanya.

Karena itu, Ibas menegaskan, dirinya jauh-jauh hari telah mengingatkan kepada seluruh kerabat, pendukung, termasuk tim dan relawan untuk tidak menyebar kampanye hitam untuk menjelekkan kandidat lain. “Kita sangat mencintai Lutim tetap aman dan damai, baik saat ini hingga selesainya Pilkada nanti. Jangan ada kampanye hitam, karena berpotensi memicu konflik dan merusak demokrasi,” katanya.

(BACA JUGA): 

Sore Nanti, 4 Tim Ini yang Bakal Berlaga di Bupati Luwu Cup I

Ibas mengaku sangat menginginkan, Pilkada Lutim 2020 sedapat mungkin berlangsung aman dan damai, sehingga bisa jadi contoh daerah lain. (*/tari)