5 Alasan Emas Maju Caleg Palopo

1786
ADVERTISEMENT

PALOPO — Notaris sekaligus motivator asal Kota Palopo, Edy H Maiseng (Emas) ikut nyaleg di DPRD Palopo. Ia memilih dapil 1 yang meliputi Kecamatan Wara, Wara Barat dan Mungkajang.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Eks Ketua Tim pemenangan Prof Andalan itu ingin menghadirkan pencerahan politik dan edukasi kepada masyarakat lewat PDI Perjuangan.

“Saya rasa Palopo masih butuh pikiran dan gagasan-gagasan pemurnian politik yang berbasis kepada akal sehat dan keadilan rakyat yang harus diperjuangkan di Parlemen. Dan itu sesuai dengan visi besar saya dalam rangka membangun Kota Palopo dalam kerangka politik yang lebih rasional dan berkarakter,” kata Emas saat dikonfirmasi Koranseruya.com, Selasa (17/7/18).

Ada lima alasan mendasar figur yang pernah meramaikan bakal calon walikota Palopo itu maju bertarung. Yang pertama kata dia, pileg itu menggunakan akal sehat bukan karena transaksional maupun penggunaan power hegemonic kekuasaan.

ADVERTISEMENT

“Kedua, kita ingin orang-orang yang duduk di parlemen itu paham tentang demokrasi dan 3 tugas utama anggota dewan yakni legislasi, pengawasan, dan budgeting,” katanya.

Lanjut Emas, yang ketiga, ia ingin mewujudkan ide dan gagasan bahwa rakyat yang berdaulat adalah rakyat yang berdasarkan rasionalitas dan kesadarannya sendiri memilih orang-orang yang memiliki integritas dan karakter baik untuk mewakilinya di Parlemen. Keempat, perlu ada check and balancing antara DPR dan eksekutive yang memungkinkan munculnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan pro rakyat

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

“Terakhir, DPR harus diisi oleh negarawan, bukan seperti stigma publik bahwa yang duduk di sana hanyalah sekumpulan para “pencari kerja” atau orang-orang yang hanya ingin memperlihatkan eksistensi sosialnya sebagai orang “yang terhormat”. Padahal mereka itu sesungguhnya adalah “pelayan” kepentingan rakyat,” tandasnya. (asm)

ADVERTISEMENT