Kontra Finance FC, Klub Arseto United Diduga Melanggar Regulasi, Nota Protes Resmi Melayang ke Meja Pandis

104

PALOPO–Kekalahan Finance FC 1-2 atas Arseto United, membuat sang Manajer, Hasan Basri Supri, sedikit meradang.

Pasalnya, official timnya mendapat laporan jika klub Arseto diduga kuat menggunakan “pemain tidak sah” dalam pertandingan Arseto kontra Finance FC, Sabtu (22/2) petang kemarin.

“Kami tidak suka ribut-ribut, untuk ajang PSL 2020 yang urgensinya tinggi dan sarat gengsi ini, kami sangat sayangkan jika masih ada klub yang tidak mematuhi Regulasi yang sudah disepakati bersama,” ucapnya usai pertandingan.

Ia melanjutkan, “Tadi kami dapat laporan jika pemain Senior diatas 23 tahun yang dimainkan Arseto melebihi kuota 3 pemain, tadi ada 6 pemain saya lihat, saya rasa ini harus jadi perhatian, tolong juga Panpel untuk lebih teliti lagi, ini bukan karena kebetulan Tim kami tadi kalah, tetapi kami tempuh dengan cara yang lebih elegan, daripada kita ribut, sesama teman juga, mending kami menyurat resmi untuk dibahas Panitia Disiplin (Pandis) ataupun lembaga yang lebih berwenang, kami serahkan apapun keputusan Pandis nantinya akan kami patuhi,” terang bos Finance FC itu.

Senada, Pelatih Finance FC, Syukur, menyebut pemain senior Arseto United jumlahnya melebihi kuota dan sebaliknya pemain U23 klub kuat, eks Runner Up Walikota Cup 2019 itu malah kurang 1 orang, dari yang seharusnya 3 orang sesuai Regulasi PSL 2020 yang sudah ditetapkan.

“Karena Arseto tidak punya pemain luar, maka sesuai Regulasi, ia bisa memainkan 5 pemain senior lokal, tapi di lapangan, faktanya ada 6 orang yang mereka mainkan, dan juga soal Regulasi U-23 domisili Palopo, kemarin hanya 2 orang yang Arseto mainkan, yang seharusnya (di Regulasi) jumlahnya wajib 3 pemain yang diturunkan, karena ini ajang pembinaan,” tambah Juru Taktik Finance FC, Syukur, saat dikonfirmasi.

Lain halnya Muhajir, Ketua Bidang Kompetisi PSL 2020. Menurutnya, karena cuaca hujan ketika hendak dimulai kick off, sehingga pihaknya tidak sempat lagi memeriksa satu persatu data yang dimasukkan klub Arseto berdasarkan Regulasi.

“Tadi memang di awal pertandingan karena cuaca hujan, kami tidak punya waktu lagi memeriksa berkas data pemain di DSP yang masuk line up. Sesuai kesepakatan memang diatur U18 bermain 2 orang, U23 sebanyak 3 orang domisili Palopo, Senior 3, Transfer 2 pemain dan kiper 1 orang domisili bebas, itulah 11 pemain yang menjadi pedoman atau Regulasi di PSL 2020 ini,” ucap Hajir sapaan akrabnya.

Ia enggan mengomentari kelalaian pihak klub yang diduga menyalahi aturan tersebut.

“Saya tidak berani mengomentari, karena itu ranahnya Pandis, kita hormati hak klub untuk mengajukan protes resmi, saya juga siap menjadi saksi,” ucapnya.

Ketua PSSI Palopo, Abdul Syukur Kuddus yang dimintai tanggapannya atas dugaan tidak taatnya klub pada aturan main Regulasi PSL 2020 lebih memilih berhati-hati dalam mengeluarkan statement.

“Kemarin (hari Jumat) kan kita sudah manager meeting, saya rasa semua sudah kita diskusikan bersama klub peserta, tidak ada lagi yang tidak paham aturan karena sebelum PSL dimulai sudah ada Technical Meeting yang diikuti seluruh manajer  dan pelatih, memang kita harus tertibkan pengelolaan liga ini, jangan sampai main tabrak aturan, tapi saya belum melihat kasus Arseto yang terbaru kemarin, saya masih di Makassar, jika memang seperti itu, tentu amat disayangkan, tapi saya no comment dulu, saya ingin mengimbau saja, mari kita semua taat aturan dan regulasi, saya rasa aman jika semua (klub) lakukan seperti itu,” tandasnya, Sabtu (22/2).

(iys)