Jangan “Batu Talinga” Tetap di Rumah Saja, Banyak Aplikasi Bagus untuk Kalian Para Pelajar dalam Mengisi Liburan Akibat Virus Corona

288
Ilustrasi: Anak sedang belajar lewat media daring. (Foto: getty images)

KORANSERUYA–Surat Edaran Walikota Palopo dan imbauan pemerintah untuk mencegah pandemi Covid-19 membuat sejumlah sekolah dan kampus diliburkan selama 2 minggu.

Nah, selama libur tersebut, anak didik dipersilakan belajar dan bermain di rumah saja, tidak keluyuran dulu kemana-mana.

Di rumah, anak didik bisa belajar lewat media daring atau online.

Koran Seruya merangkum dari nextren.grid.id, beberapa aplikasi yang bisa kalian unduh di gadget Android, yang bisa digunakan untuk belajar di rumah masing-masing.

Kalian sudah siap?

1. Rumah Belajar

Untuk Portal Rumah Belajar dapat diakses di https://belajar.kemdikbud.go.id.

Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru di antaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal.

Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Setiap platform akan memberikan fasilitas yang dapat diakses secara umum dan gratis.

2. Google G Suite for Education

Google berkomitmen untuk membantu meningkatkan pembelajaran untuk semua orang.

Sehubungan dengan situasi Covid-19, Google membantu para siswa dan guru di Indonesia untuk dapat melanjutkan pembelajaran di luar sekolah melalui G Suite for Education.

Ini adalah alat pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa yang tersedia gratis dari Google.

Sekolah dapat menggunakan Hangouts Meet, alat konferensi video yang tersedia untuk seluruh pengguna G Suite, dan Google Classroom, untuk mengikuti kelas dan melanjutkan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

Hingga 1 Juli 2020, Google menyediakan fitur Hangouts Meet yang paling lengkap secara gratis, yang meliputi kemampuan live streaming hingga 100,000 penonton dalam suatu domain dan pertemuan besar hingga 250 peserta per kelas.

Aplikasi tersebut disediakan secara gratis hingga 1 Juli 2020 yang bisa direkam dan disimpan di Google Drive untuk akses di kemudian hari.

“Melalui G Suite for Education, para siswa dapat terus belajar meski ketika akses internet lambat atau tidak tersedia dan di manapun mereka berada,” disampaikan Danny Ardianto, Public Policy & Government Relations Manager Google Indonesia.

Berikut link Google G Suite for Education: https://blog.google/outreach-initiatives/education/offline-access-

3. Aplikasi Kelas Pintar

Fernando Uffie, Pendiri Kelas Pintar mendukung langkah antisipatif Kemendikbud untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah, tak lantas membuat proses belajar siswa terhenti.

Siswa bisa tetap belajar secara daring, guru bisa tetap memberikan pendampingan dalam proses belajar siswa, dan orang tua bisa memonitor perkembangan belajar anaknya.

Semua itu bisa dilakukan dengan solusi pendidikan berbasis teknologi seperti Kelas Pintar.

“Selama satu bulan ke depan, Guru maupun Siswa di seluruh Indonesia bisa menggunakan solusi belajar daring dari Kelas Pintar secara gratis. Agar proses pembelajaran siswa tetap berlanjut, kapan dan dari manapun,” jelas Uffie.

Berikut link Kelas Pintar: https://kelaspintar.id

4. Microsoft Indonesia

Benny Kusuma, Education Lead PT. Microsoft Indonesia menjelaskan pihaknya menyediakan akses Office 365 untuk pendidikan.

Untuk memanfaatkan fasilitas ini, pihak sekolah hanya perlu menyediakan domain institusi sebagai identitas digital para guru dan murid.

Dengan fasilitas Teams dalam Office 365, proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung secara digital dan guru bisa bertatap muka dengan murid melalui fasilitas video conference bila dibutuhkan.

“Guru dapat mengirimkan materi ajar berbasis teks, suara maupun video melalui teams class kepada para muridnya.”

“Demikian pula para murid bisa berdiskusi dengan guru dan murid yang lain di dalam teams class tersebut,” jelas Benny.

Berikut link Microsoft Office 365: https://microsoft.com/id-id/education/products/office

5. Aplikasi Quipper

Hanani Faiza, Content Associate Manager Quipper menjelaskan pihaknya akan memberikan akses dan material gratis bagi sekolah, guru dan siswa.

Guru dan sekolah juga dapat menggunakan layanan Quipper School untuk memberikan tugas dan ujian sekaligus memonitor hasil kerja siswa.

Hal ini termasuk video, modul, dan kumpulan soal ujian nasional (UN) dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) seleksi masuk mandiri peguruan tinggi negeri (SBMPTN) untuk guru SMP dan SMA di seluruh Indonesia.

“Pelayanan ini dikhususkan untuk sekolah yang terkena dampak dan akan tersedia mulai hari Selasa, 17 Maret 2020,” tutur Hanani.

Berikut link Quipper School: https://www.quipper.com/id/school/teachers/

6. Aplikasi Ruang Guru

Belva Devara, Chief Executive Officer (CEO) dan Pendiri Ruangguru juga mengumumkan pembukaan Sekolah Online Ruangguru Gratis.

Melalui program ini, para siswa dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring (live teaching) setiap hari Senin sampai Jumat, layaknya sekolah seperti biasa.

Dimulai dari Senin, 16 Maret 2020 lalu, siswa bisa mengikuti pembelajaran Sekolah Online Ruangguru Gratis dari pukul 08.00 – 12.00 WIB, di mana akan tersedia 15 kanal live teaching yang mencakup semua mata pelajaran sesuai kurikulum nasional mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA (IPA dan IPS), yang dipandu Master Teachers Ruangguru.

Para guru di Indonesia juga dapat mengikuti Pelatihan Guru Online gratis selama satu bulan kedepan.

Terdapat 250 video dan modul pelatihan guru yang mencakup materi-materi kompetensi dasar di bidang pedagogik an profesional.

Berikut link Ruangguru: https://sekolahonline.ruangguru.com

7. Aplikasi Sekolahmu

Radinka Qiera, Direktur Sekolahmu juga telah menyelenggarakan pembelajaran kelas maupun karier dengan berkolaborasi bersama ratusan sekolah dan organisasi.

Pembelajaran daring ini ditujukan bagi seluruh murid, guru, bahkan orang tua.

Program-program yang disediakan Sekolahmu telah dirancang dengan sangat baik oleh tim akademik yang berpengalaman dalam menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi yang sukses.

Menurut Radinka dalam keterangannya, aplikasi Sekolahmu akan menyediakan kelas-kelas home learning bagi seluruh jenjang dari pra-sekolah sampai SMA, juga orang tua, sebagai pengganti kegiatan belajar mengajar di sekolah yang akan dikurangi atau ditutup karena Covid-19 secara gratis.

“Kami juga memfasilitasi sekolah dan guru untuk tetap dapat mengajar sesuai kurikulum yang dibutuhkan secara fleksibel,” jelas Radinka.

Berikut link Sekolahmu: https://www.sekolah.mu/tanpabatas

8. Aplikasi Zenius

Sementara itu, CEO Zenius, Rohan Monga menyatakan platformnya turut membantu siswa mempersiapkan UN dan UTBK.
Jika sebelumnya belajar secara mandiri dianggap tidak terarah dan terukur, Zenius pun merumuskan cara untuk membantu anak belajar mandiri di rumah yang efektif dan efisien, terarah dan terukur.

“Kami siap membantu kelancaran proses pembelajaran dengan memberikan akses gratis ke lebih dari 80 ribu video pembelajaran agar siswa bisa mendapatkan proses belajar mandiri yang terstruktur,” ujar Rohan merespons ajakan kolaborasi oleh Mendikbud.

Berikut link Zenius: https://zenius.net/belajar-mandiri

9. Aplikasi Socratic

Aplikasi Socratic, jika dilihat dalam preview Google Play Store, terlihat hanya bisa membantu mengerjakan soal matematika saja.

Nyatanya, Socratic bisa membantu penggunanya untuk mengerjakan atau memahami beberapa bidang pelajaran.

Socratic ketika kamu download akan menggunakan bahasa inggris, dan dalam aplikasi ini menyediakan tiga opsi yang bisa digunakan.

Opsi pertama ialah kamera, kamera pada Socratic tidak hanya berfokus dengan angka tetapi huruf juga.

Walau menggunakan bahasa Inggris, pada pertanyaan yang berbahasa Indonesia bisa dijawab oleh Socratic dengan beberapa referensi dari website Indonesia.

Opsi kedua ialah Question atau pertanyaan, fitur opsi ini bisa digunakan pengguna yang ingin mengetik langsung pertanyaan.

Bila pengguna sudah memasukan pertanyaan tersebut, Socratic akan menjawab dengan jawaban dari beberapa sumber.

Opsi ketiga ialah menggunakan suara, bagi pengguna yang ingin bertanya soal pelajaran tanpa perlu mengambil gambar dan mengetik tulisan bisa menggunakan ini.

Socratic juga dapat memahami bahasa Indonesia, jadi pengguna tidak perlu khawatir.

Tampilan penjelasan pada Socratic terlihat begitu menyenangkan dengan gambar animasi yang cocok untuk pelajar.

Fitur lainnya pada Socratic ialah bahan belajar dari beberapa bidang pelajaran yang bisa ditemukan jika pengguna meng-swipe up layar.

Aplikasi Socratic yang tidak hanya untuk memecahkan soal matematika tetapi juga pelajaran lainnya. Bidang pelajaran yang disediakan ialah Biologi, Kimia, Fisika, Geometri, Trigonometri, Puisi, hingga ke Sejarah Dunia.

Namun sayangnya, Socratic tidak menyediakan pilihan bahasa Indonesia sehingga fitur ini bisa dinikmati pengguna yang paham bahasa Inggris.

Atau untuk pengguna yang tidak paham bisa meminta bantuan oleh orang tua atau orang terdekat agar bisa menjelaskan.

Untuk bahan belajar yang disediakan oleh Socratic tidak dipungut biaya dan bisa diakses kapanpun.

Socratic menyediakan jawaban berdasarkan website yang terbaca oleh Google dan beberapanya dijawab dengan materi pelajaran yang tersedia pada aplikasinya.

Socratic juga memungkinkan pengguna untuk melihat jawaban dari beberapa website.

Semua aplikasi ini bisa kalian temukan di Google Play Store dengan gratis, tapi tetap harus harus menggunakan kuota data ya? (iys)

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes: 021-5210411 atau kontak ke nomor 0812-1212-3119.

Untuk kota Palopo Hub. DINKES PSC 119 JA: 0471-21531 atau HOTLINE: 085 241 855 036
Untuk Luwu Utara: DINKES: 0813-4264-8399 dan Call Center PSC 119 di 085 226 046 119