Kasus Covid-19 Sulsel Ranking 6 di Indonesia, Tapi Iqbal Suhaeb Bilang Belum Perlu Lockdown?

705

KORANSERUYA–Provinsi Sulawesi Selatan kini menempati ranking ke 6 dan sudah dinyatakan zona merah Covid-19, usai pemerintah merilis 47 kasus positif per hari ini.

Namun, Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb masih tetap ngebet Makassar belum perlu lockdown.

“Belum ada lockdown, tetap ada pertimbangan ke sana, tapi belum sekarang,” kata Iqbal, Ahad siang (29/3).

Menurutnya, untuk saat ini pertimbangan yang bisa ditempuh adalah karantina parsial.

Karantina parsial berlaku per kecamatan dengan tujuan sama, yakni membatasi ruang warga agar menghentikan aktivitas di luar rumah.

“Karena ini yang berpotensi menjadi wadah penyebaran virus Corona. Karena itu seluruh objek yang menjadi tempat berkumpul kita tutup,” jelasnya.

Soal desakan lockdown, Iqbal mengaku tetap mempertimbangkannya. “Kita lihat situasinya. Kalau awal April ini ada peningkatan signifikan, langkah itu akan kita tempuh,” katanya.

Menurut Iqbal, lockdown akan jadi opsi terakhir. Ia berharap itu tidak terjadi sampai wabah ini bisa benar-benar diatasi.

Pemerintah pusat mengumumkan peningkatan jumlah kasus di Tanah Air per hari ini, Ahad 29 Maret 2020. Di Sulsel tercatat 14 kasus baru dengan total mencapai 47 kasus positif.

Angka ini dinilai cukup tinggi mengingat 3 hari lalu baru tercatat 33 kasus. 14 kasus positif dalam tiga hari juga diikuti oleh naiknya angka ODP dan PDP.

Masuk zona merah, desakan lockdown pun mulai disuarakan warga. Makassar lockdown juga sudah gaduh di medsos sejak tiga hari lalu.

Di beberapa grup WA desakan yang sama juga datang dari banyak tokoh. Di grup Pilwali Makassar tokoh seperti Prof Aminuddin Ilmar turut bersuara. Ia juga mendesak Makassar segera lockdown.

Begitu juga mantan Ketua KPU Makassar Nurmal Idrus. Ia meminta Iqbal melakukan lockdown.

Menurut Nurmal, situasinya makin buruk. Tidak ada lagi cara terbaik kecuali dilakukan lockdown untuk menghentikan wabah ini, tulis portalmakassar.com. (*/iys)

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes: 021-5210411 atau kontak ke nomor 0812-1212-3119.

Untuk kota Palopo Hub. DINKES PSC 119 JA: 0471-21531 atau HOTLINE: 0812-4130-853   0852-5530-0870   0812-4143-216

Untuk Kab. Luwu: 0822-9360-7697, 0821-8796-6339 dan 0852-4273-0816 

Untuk Luwu Utara: DINKES: 0813-4264-8399 dan Call Center PSC 119 di 085 226 046 119

Untuk Luwu Timur:  081-142-3170811-4216-001,    0853-9544-1222,  0813-2791-8836,     0822-7111-3805, atau    0811-4249-21

DATA RESMI COVID-19 PALOPO