Dokter Ini Curhat Saat Menjaga Anaknya yang Terpapar Covid-19, Begini Perjuangan Sang Ibu yang Videonya Viral di Youtube

221
Lincoln (4 tahun) saat berjuang melawan Corona dan sang ibu (dr Anna Zimmerman) tersiksa melihat putranya itu (Foto: blog mightylittles)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA–Seorang ibu, dokter Anna Zimmerman dari Denver, Colorado merasa tersiksa saat melihat putranya, Lincoln tengah berjuang melawan virus corona. Sang ibu mendokumentasikan perjuangan sang anak (Lincoln) yang hampir kehilangan nyawa.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat OlehMW Quiz

Wanita itu tidak pernah lepas dari tempat tidur putranya selama menjalani perawatan.

ADVERTISEMENT

Dilaporkan New York Post, Kamis (23/4/2020), Zimmerman merekam video yang memperlihatkan kondisi Lincoln saat penyakitnya di masa puncak pada tanggal 2 April lalu.

“Dia (Lincoln) bekerja sangat keras untuk bernafas – menggunakan semua otot di dada, perut, dan lehernya untuk membantunya bernafas,” tulis Zimmerman di blog-nya Mighty Littles, melansir Suara.

ADVERTISEMENT

Zimmerman, 44, seorang dokter neonatologis tahu banyak tentang merawat anak-anak yang sakit. Jadi, ketika dia melihat Lincoln yang berusia 4 tahun mengalami gejala Covid-19, Zimmerman mulai mendokumentasikan.

“Sebagai seorang ibu, itu adalah sebuah siksaan menyaksikan anak sendiri berjuang,” ujar Zimmerman.

Zimmerman merekam setiap saat ketika Lincoln dirawat di rumah sakit. Wanita ini terus memberi semangat ketika anaknya batuk keras dan kesulitan bernapas.

Video perjuangan Lincoln melawan virus corona diunggah ke kanal YouTube MightyLittles pada 4 April 2020.

Zimmerman mengatakan anak-anaknya tidak pernah meninggalkan rumah sejak sekolah-sekolah di Denver tutup pada 12 Maret. Dia dan suaminya, Chris, pergi keluar rumah hanya satu kali untuk membeli makanan dan perlengkapan rumah.

Bahkan sebelum pemerintah daerahnya menyarankan social distancing, Zimmerman dan Chris mengeluarkan tiga anak mereka, Lincoln, Emmeline dan Elizabeth, dari kelas jiujitsu dan berenang.

“Kami percaya virus ini berbahaya sebelum banyak orang mulai menganggapnya serius,” kata Zimmerman.

Lebih dari seminggu kemudian, Lincoln hidungnya tersumbat, mulai bersin dan batuk. Kemudian, tanggal 27 Maret, Lincoln mengalami demam tinggi, 104,5 derajat Fahrenheit atau setara 40,2 derajat Celcius.

Keesokan paginya, doker mendiagnosa Lincoln dengan pneumonia, dan diobati dengan antibiotik oral dan oksigen di rumah selama 48 jam berikutnya. Zimmerman menceritakan saat itu Lincoln tampak sangat baik-baik saja, bahkan tidak seperti orang sakit.

Pada 30 Maret, Lincoln dirawat di Rumah Sakit Rocky Mountain for Children karena tidak lekas membaik. Hari berikutnya, semua gejala pernyakit pernapasan mulai dialami Lincoln.

Dokter yang merawat Lincoln mengatakan Complete Blood Count (CBC) anak itu tidak menunjukkan terpapar Covid-19. Hasil X-ray juga masih aman. Padahal Lincoln semakin parah.

Pada malam kedua dirawat di rumah sakit, Lincoln akhirnya diagnosis positif Covid-19.

Selama beberapa minggu berikutnya, Lincoln dan Zimmerman dirawat di rumah sakit dan tidak diizinkan meninggalkan kamarnya. Sementara suami dan putrinya tetap di rumah.

Tanggal 6 April, kurang dari satu minggu setelah diagnosis virus corona, Lincoln dipulangkan dari rumah sakit. Namun anak itu masih harus memulihkan kondisinya selama dua hingga tiga minggu dengan perawatan oksigen di rumah.

Pada 14 April, dia menulis di Instagram bahwa suaminya menunjukkan tanda-tanda virus, meskipun diagnosisnya tidak dikonfirmasi. Sejak itu, ia memberi tahu pengikut di Instagram bahwa ia tampaknya telah “pulih”.

Perjalanan Lincoln adalah pengingat betapa sedikit yang kita ketahui tentang COVID-19, katanya.

“Timeline-nya tidak cocok. Laboratoriumnya tidak cocok. Sinar X-nya tidak cocok, “kata Dr Zimmerman. “Kami mengambil semua tindakan pencegahan. Bagaimana ini bisa terjadi? ”

Tetapi, baginya, cobaan yang memilukan juga mengungkapkan komunitas peduli yang telah ia terima begitu saja. “Saya berharap rasa komunitas ini akan bertahan setelah kita kembali ke kehidupan sehari-hari setelah COVID,” katanya. (*/iys)

ADVERTISEMENT