Masih Ingat Kasus Remaja Bunuh Bocah? Terkuak, Pelaku Diduga Dapat Perlakuan Masokis dari Pacarnya

793
Foto gadis pembunuh Sawah Besar di Instagram. (dok pribadi)
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA–Maish ingat tidak dengan kasus pembunuhan seorang bocah di Sawah Besar beberapa waktu lalu?

Nah, kasus pembunuhan balita yang dilakukan oleh remaja NF di Sawah Besar, Jakarta Pusat itu kembali menjadi perbincangan.

ADVERTISEMENT

Kali ini, beredar sebuah percakapan lewat Facebook yang diduga dilakukan antara NF dengan kekasihnya.

Dari percakapan tersebut, terkuak fakta baru, bahwa NF diduga mendapatkan perlakuan masokis dari kekasihnya yang memakai nama samaran Kim Ahjussi. Informasi tersebut beredar luas di media sosial usai diunggah oleh akun Facebook bernama Ken Aguero.

ADVERTISEMENT

Ia melampirkan bukti tangkapan layar isi percakapan yang diduga NF dengan kekasihnya. Dalam percakapan tersebut, mereka terlihat merencanakan aksi masokis.

“Jadi si Fee ini, suka dimasokisin atau di BDSM gitu. Nah, kebetulan si Ahjussi ini, pacarnya suka banget sama hal-hal yang berbau masokis. Gila, itu tangannya diikat, dicekik, ditampar, badannya ditempelin lilin,” tulis akun Facebook Biskuit Cokelat.

ADVERTISEMENT

Dalam tangkapan layar itu, diketahui bahwa pelaku memanggil sang kekasih dengan sebutan ‘Daddy’. Usia mereka diduga juga terpaut lima tahun dimana NF masih berusia 15 tahun, sementara kekasihnya berusia 20 tahun.

Akibatnya, misteri pembunuhan yang dilakukan oleh NF mulai terkuak. Pasalnya, polisi sempat menemukan gambar-gambar NF yang berbau sadis. Ia juga kerap menyebut kata “Daddy” yang selama ini sering disalahartikan sebagai ayahnya.

“Please dad… don’t make me mad, if you not want death. I will make you go to grave,” tulis NF dalam sebuah gambar.

Ia juga sempat menggambar ilustrasi seorang gadis muda yang tengah diikat kepalanya menggunakan gesper. Tak disangka, gambar itu diduga merujuk aksi mereka berdua saat melakukan praktek BDSM.

Hal ini terlihat dari bukti tangkapan layar yang saat ini beredar luas di media sosial. Terlihat NF beberapa kali memanggil kekasihnya dengan panggilan “Daddy”. “Dah ah gesper aja kan ada di daddy,” kata NF kepada kekasihnya.

“Loliku sabar sekali,” balas sang kekasih.

Saat ini, NF dikabarkan tengah hamil 14 minggu. Ia diduga telah diperkosa oleh tiga orang laki-laki hingga hamil sebelum akhirnya melakukan pembunuhan terhadap bocah berusia lima tahun yang merupakan tetangganya.

Kisah Gadis NF, Diperkosa Paman dan Eks Pacar Hingga Sadis Bunuh Bocah

Gadis pembunuh bocah di Sawah Besar, Jakarta Pusat mempunya kisah tragis di balik aksi kejamnya itu. Ternyata sang gadis korban perkosaan 3 lelaki.

Pelaku perkosaan itu adalah paman korban dan juga mantan pacarnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan telah menangkap pelaku pemerkosaan terhadap NF (14). Gadis NF sendiri merupakan remaja yang membunuh anak perempuan berusia 5 tahun yang menjadi tetangganya di Kecamatan Sawah Besar.

“Ada tiga pelaku, dua diantaranya merupakan paman (berinisial R) dan kekasih NF,” kata Tahan saat dikonfirmasi, Kamis sore, mengutip dari laman Suara.com.

Gadis NF diketahui hamil selama 14 minggu setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati usai melakukan pembunuhan anak kecil yang merupakan tetangganya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku kejahatan seksual itu lebih dari sekali melakukan pemerkosaan terhadap NF sebelum terjadinya pembunuhan tetangganya. “Itu baru terungkap dari keterangan NF. Saat pemeriksaan,” kata Tahan.

Salah satu pelaku kekerasan seksual terhadap NF yaitu pamannya bahkan pernah mengancam akan menyebarkan video pemerkosaan yang dilakukannya jika NF melapor.

Usai mendapatkan keterangan dari gadis NF, polisi langsung membekuk ketiga pelaku kekerasan seksual itu dan kasusnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera diadili.

“Iya sudah P21. Tinggal dilakukan persidangan,” kata Tahan.

Saat ini gadis NF telah dirujuk ke Balai Anak “Handayani” di Jakarta. Di balai milik Kemensos tersebut, gadis NF mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan. (*/iys)

ADVERTISEMENT