Anjas Rusli Ungkap Filosofi “Sultan” untuk Sukamaju Selatan

705
Camat Sukamaju Selatan, Anjas Rusli.
ADVERTISEMENT

Sukamaju Selatan — Saat ini Kecamatan Sukamaju Selatan sudah mulai dikenal dengan akronim “Sultan”. Bukan tanpa alasan yang jelas ketika Camat Sukamaju Selatan, Anjas Rusli, memberikan akronim “Sultan” terhadap wilayah yang ia pimpin tersebut. Kepada www.luwuutarakab.go.id, Minggu (13/1/2019), Anjas mengungkapkan kerangka berfikir dari pemberian akronim “Sultan” untuk Sukamaju Selatan.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Menurutnya, penggunaan akronim Sultan hanya untuk mempermudah penyebutan Sukamaju Selatan biar lebih enak diucapkan dan lebih cepat dikenal. Selain itu, kata Anjas, untuk membedakan dengan kecamatan induknya, Sukamaju. “Ini untuk mempermudah pengucapan saja. Saya ingin ketika masyarakat menyebut Sultan, maka yang diingat itu adalah Sukamaju Selatan. Itu aja sih filosofinya,” terang Anjas Rusli.

Anjas mengungkapkan, masyarakat Sukamaju Selatan sangat welcome dengan akronim Sultan. Bahkan, masyarakat Sukamaju Selatan lebih sering menyebut Sultan ketimbang Sukamaju Selatan yang dirasa amat kepanjangan. “Justeru akronim ini malah lebih terkenal dan terbiasa di lidah warga kami,” katanya. Namun, ada yang lebih penting dari sekadar mempermudah pengucapan Sukamaju Selatan. Rupanya Anjas punya motivasi lain.

Ia berharap, dengan akronim Sultan bisa menjadi magnet bagi masyarakat dari daerah lain untuk datang berkunjung ke Sukamaju Selatan. “Ini juga bagian dari konsep ilmu promosi. Bagaimana membuat orang lebih tertarik dengan akronim-akronim yang menarik karena Sultan itu kan familiar, mudah disebut dan mudah diingat,” terang Inovator Top 40 ini.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Anjas tetap tunduk pada regulasi, terkait administrasi pemerintahan. Di mana pada sisi ini, nama Sukamaju Selatan tidak boleh diubah ke dalam akronim. “Akronim Sultan bukan produk perundang-undangan. Jadi, dari sisi administrasi pemerintahan, kami tetap memakai Sukamaju Selatan, tidak disingkat. Baik di stempel, maupun surat-surat lainnya,” jelas Anjas, yang mengaku sudah menyampaikan hal ini ke pimpinan. (man)

ADVERTISEMENT