Ayah Korban Ingin Damai, Kapolres Lutim: Kasus Bocah Dicecoki Miras Pidana Murni, Tetap Diproses

7586
Kasus viral bocah dicecoki miras di Lutim
ADVERTISEMENT

MALILI–Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Luwu Timur, Sulawesi Selatan, AKBP Indratmoko menegaskan, kasus bocah 3 tahun dicecoki miras oleh dua pemuda di daerah itu, bukan kasus delik aduan. Dengan demikian, kasus ini tidak bisa dihentikan karena alasan damai.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

“Kasusnya bukan delik aduan, ini pidana murni. Jadi, kasusnya tidak bisa damai,” tegas Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko kepada wartawan, Rabu (26/8/2020).

Pernyataan Kapolres Lutim tersebut menjawab keinginan ayah korban yang meminta agar kasus anaknya tak dilanjutkan. Ayah korban ingin damai karena orang tua pelaku merupakan majikan ayah korban, yang selama ini selalu berlaku baik kepadanya dan juga putranya.

“Memang sudah ada omongan dia mau damai lewat media, tapi sekali lagi ini bukan delik aduan,” tegas AKBP Indratmoko.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, ayah korban memang ikut menyaksikan buah hatinya dicekoki miras. Namun ayah korban tak bisa berbuat banyak untuk mencegah hal itu. Dia diduga takut lantaran selama ini bekerja sebagai buruh kebun kepada orang tua pelaku.

Dua pelaku, Firman Efendi (20) dan Rifky Hendra (19) sudah diamankan polisi karena mencekoki miras ke bocah. Aksi itu berawal saat Firman dan Rifky Hendra tengah menenggak miras. Namun sang bocah mendekat dan Firman kemudian menuangkan miras ke sebuah gelas plastik dan meminta bocah tersebut meminumnya.

ADVERTISEMENT
Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS)
2. Indah Putri Indriani-Suaib Mansur (IDAMAN)
3. Thahar Rum-Rahmat Laguni (MATAHARI)
Created with Seruya Poll

“Saat mereka minum-minum anggur, korban menghampiri dan langsung diberi 1 gelas lanjut sampai 3 gelas,” beber Indratmoko.

Dalam kasus ini, Firman yang mencekoki bocah dengan miras kini dijerat polisi dengan Pasal 77B juncto Pasal 76B dan/atau Pasal 89 Ayat (2) juncto Pasal 76J Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. “Ancaman 5 sampai dengan 15 tahun dan denda maksimal 5 milyar rupiah,” katanya.

Sementara Rifky yang berperan merekam momen Firman mencekoki bocah dengan miras dijerat polisi dengan Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU Nomor 11 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Ancaman penjara 6 tahun dan/atau denda Rp 1 miliar,” katanya. (*/tari)

ADVERTISEMENT