Begini Kronologis Warga Lutim Diterkam Buaya Saat Antar Istri Hendak Melahirkan ke RS

21625
ILUSTRASI BUAYA

MALILI–Furqon, 31 tahun, bersama istrinya, Jumat (24/1/2020) dirawat di RSUD I Lagaligo Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Furqon yang hendak merujuk istrinya ke rumah sakit menggunakan ambulance danau mengalami luka serius pada paha kirinya akibat diterkam buaya di pinggir Danau Towuti, arela Pelabuhan Timampu, Jumat dini hari, sekitar pukul 01:00 Wita.

Sebelumnya, Furgon dibawa ke puskesmas Timampu, namun dirujuk ke RSUD I Lagaligo untuk mendapatkan perawatan intensif. Luka bekas gigitan buaya pada paha kiri korban cukup parah hingga membutuhkan penanganan medis lebih serius.

Musibah dialami Furgon saat ambulance danau yang dipakai membawa istrinya yang hendak melahirkan dari desanya di Bantilang bersama tim medis dari Puskesmas Bantilang, tiba di Pelabuhan Timampu. Dari Desa Bantilang harus menyeberangi danau untuk sampai ke Towuti.

Saat berada di pinggir danau, areal Pelabuhan Towuti, Furgon mencuci kaki dan sandalnya. Kebetulan saat itu, Furgon bersama tim medis Puskesmas Bantilang tengah menunggu ambulance untuk memuat istri Furgon yang akan melahirkan ke RSUD I Lagaligo Wotu.

Naas dialami pria ini karena tiba-tiba diserang seekor buaya. Paha kirinya digigit. Untung saja, warga cepat menolong Furqon hingga lolos dari maut. Korban juga berusaha berpegang erat pada speedboat hingga buaya tidak menyeretnya masuk ke dalam danau.

Namun demikian, paha kiri korban mengalami luka serius akibat digigit buaya.

“Suami pasien ingin mencuci kaki dan sandalnya. Saat kakinya dia cuci. Seketika langsung tiba-tiba ada buaya yang menggigit pahanya. Luka cukup parah,” kata Wakil Ketua DPRD Lutim, Usman Sadik yang kebetulan berada di lokasi kejadian, saat Furgon diterkam buaya.

Warga setempat mengakui, danau Towuti memiliki banyak buaya. Seringkali buaya menepi ke pinggir danau, apalagi saat malam hari untuk mencari makan. “Mesti hati-hati kalau berada di pinggir danau, apalagi malam hari karena buaya sering naik mencari makan,” ujar Usman Sadik. (iys)