“Biar Uangnya Sedikit Asal Berkah,” Pensiunan TNI di Palopo Itu Serahkan Uang ke Pelaku Hipnotis, Amblas Rp5 Juta…

1243
Pelaku terekam CCTV saat menghipnotis Basri, pensiunan TNI AD di kiosnya, di Jalan We Cudai, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
Pelaku terekam CCTV saat menghipnotis Basri, pensiunan TNI AD di kiosnya, di Jalan We Cudai, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
ADVERTISEMENT

PALOPO–Hari Jumat (25/1/2019) lalu benar-benar menjadi hari yang sial bagi Basri. Pensiunan TNI AD ini harus kehilangan uangnya sebesar Rp5 juta lantaran
dihipnotis dua pria tak dikenal, saat korban berjualan di kiosnya, di depan rumahnya di Jalan We Cudai, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, Kota Palopo.

Pelaku yang berhasil menghipnotis korban terekam CCTV yang terpasang di kios korban. Termasuk aksi pelaku saat menghipnotis korban terekam jelas dalam
rekaman CCTV tersebut.

ADVERTISEMENT

Saat itu, korban tengah duduk di kiosnya. Tak lama berselang, seorang pria bertubuh agak gemuk mendekati korban di kiosnya. Pria tersebut awalnya menanyakan
kartu data 12 giga yang katanya akan dibelinya. Tanpa menaruh rasa curiga, Basri menyebut harganya Rp95 ribu.

(BERITA TERKAIT):  VIDEO : Pelaku Hipnotis Tipu Korban Rp 5 juta di Palopo Terekam Kamera CCTV

Berselang beberapa saat kemudian, muncul lagi seorang pelaku. Pemuda tersebut diduga rekan pria tambun itu. Dia menanyakan alamat sebuah yayasan kepada
korban. Namun, korban mengaku tidak mengetahui alamat tersebut.

Rupanya, pria bertubuh gemuk itu mengaku mengetahui alamat yayasan yang ditanyakan pria tersebut. Bahkan, dia bersedia mengantarnya ke alamat tersebut.

Nah, rupanya, saat terjadi percakapan antara dua pria itu, Basri mengaku terhipnotis sehingga tanpa sadar mengikuti semua permintaan dua pria itu. “Pria yang
datang kedua yang mengaku ustadz dari Sulawei Tengah, meminta uang kepada saya. Alasannya uang saya akan diberkahi. Saya menuruti permintaannya,” aku Basri
di kediamannya, kemarin.

Basri mengaku menyerahkan uang hasil penjualannya sebesar Rp12 juta, termasuk kartu ATM. “Saya ingat, sebelum menyerahkan uang, saya sempat bersalaman dengan
pria itu. Kalau tidak salah, saya sempat salaman 4-5 kali,” aku Basri.

Usai menyerahkan uang tersebut, pria tersebut kemudian melipat uang tersebut. Uang kemudian dilapisinya dengan tas pria yang kedua datang. Uang yang selesai
dilipat dengan alasan akan diberkahi, kemudian dikembalikan kepada korban.

Namun ternyata, tidak semua uang tersebut dikembalikan. “Sebesar Rp5 juta uang saya tidak dikembalikan dibawa kabur dua pria itu. Saya baru sadar ketika
kedua orang itu pergi,” katanya.

(BACA JUGA):  Ditegur Karena Balapan Liar, Sekelompok Remaja Serang Rumah Warga di Belopa

Diakui Basri, saat menyerahkan uang dan kartu ATM, dia tidak sadar karena pengaruh dihipnotis. “Semua perkataannya saya ikuti dan perintahnya. Saya baru
sadar jadi korban hipnotis setelah dua pria itu pergi,” kata Basri.

Basri kemudian memutar rekaman CCTV. Bahkan, rekaman CCTV tersebut dijadikan barang bukti pelaporan di Polres Palopo. “Saya sudah mengadukan kasus ini ke
polisi. Saya berharap, polisi bisa menangkap pelakunya,” imbuh Basri. (*/liq)

ADVERTISEMENT